Ketika Kesombongan Mencabut Bakat
Vino Agustian pada puncak kesuksesannya sebagai aktor. Berhasil meraih penghargaan aktor terbaik dan tentunya diincar untuk membintangi film papan atas. Kejayaan dirinya melambung sebagai aktor.
Namun, Vino yang memulai dari nol, menjadi congkak, sombong, dan tentunya lupa daratan. Memilih seorang manajer pragmatis, terlena dengan dunia malam yang merusak, hingga melupakan sang abang kandung yang tulus menyayanginya.
Karma lalu terjadi. Dirinya seakan dikutuk dan tak bisa mengeluarkan bakat aktingnya. Mulai dari sini, Vino Agustian melakukan refleksi akan dirinya serta berjuang kembali untuk bakatnya.
Film ini sebenarnya menyajikan pesan sederhana untuk selalu ingat darimana diri kita berasal. Kesombongan akan meruntuhkan segalanya. Selalu ingat siapa orang-orang yang membuat kita sukses.
Kritik satir mengenai kerasnya industri perfilman nasional khususnya tersaji cukup apik. Terutama selipan pelecehan seksual yang terjadi di ruang kerja, meski contohnya di film ini adalah industri film.
Namun yang menjadi pondasi utama kelebihan film Lupa Daratan adalah emosional hubungan keluarga (abang-adik), pertemenan yang tak semu, serta siapa yang tetap berada di samping kita ketika mendapatkan kesusahan.
Secara keseluruhan film ini cukup menghibur, meski formula nya terlalu biasa. Komedi yang ditampilkan Ernest tidak terlalu gerrr meski didukung deretan aktor-aktor yang tampil kece dalam film ini.
Nilai: 6.5/10
Review oleh: John Tirayoh
Tayang Netflix
#lupadaratan #punditfilm #ruangfilmmm