Jampi-Jampi James Cameron yang Masih Ampuh
Lengkap sudah Avatar menjadi film Trilogi. Fire and Ash menjadi film ketiga yang mencoba menghipnotis penonton akan dunia Na’vi yang berada di Planet Pandora.
Jake Sully dan keluarga setelah di Way of Water tetap tak bisa hidup tenang. Para invader masih mengancam akan kelanjutan hidup dari para Na’vi. Elemen tambahannya adalah ketika suku Ash yang agresif ikut-ikutan menambah konflik.
Kehebatan dari James Cameron sang maestro dari film Avatar: Fire and Ash adalah ketika sebuah film keluarga mampu dikemas dengan perang elemen yang dasyat. Menghibur atau tidak itu persepsi nanti ketika menonton.
3 Jam 15 menit yang ditampilkan runut, meski ada beberapa bagian cukup membuat bosan untuk durasi sepanjang ini. Namun, James Cameron dan penulis skenario lainnya mampu menjaga penonton tetap betah untuk menunggu aksi pamungkas Jake Sully Dan kawan-kawan.
Berbeda dengan film pertama dan kedua dalam penggambaran Pandora yang kalem, hijau, lautan biru indah, maka dalam Fire and Ash, James Cameron memberikan kontras tajam. Visual gersang, Api yang dominan, serta tampilan vulkanik dari pemukiman suku Ash kali ini dapat kita lihat.
Agar tak membosankan, konflik dibuat menarik dengan suku Ash yang agresif dan juga antagonis. Selain itu, Konflik emosional coba dibangun dari Jake dan Neytiri serta konflik identitas antara karakter Lo’ak, Kiri, serta sosok Spider yang masih wujud manusia bumi.
Secara keseluruhan film ini adalah drama keluarga dengan tampilan perang maha dasyat dalam mempertahankan pandora dari tangan-tangan jahat. Fire and Ash mampu menjaga kestabilan kisah dan visual efek untuk memanjakan mata penonton.
Meskipun rasa-rasanya film ini tidak menjadi sebuah film special seperti ketika pertama-kali Avatar pertama dirilis pada tahun 2009. Walaupun jampi-jampi dari James Cameron masaih manjur dalam menciptakan film mega box office.
Nilai: 7.5/10
Review oleh: Jonathan Ricky
#avatarfireandash #punditfilm #ruangfilmmm