Biopik Kelam Sang Arsitek Bertalenta
Film ini mengisahkan sosok arsitek László Tóth, keturunan Yahudi-Hungaria yang selamat dari Holocaust. Setelah Perang Dunia II, Lazlo sebagai penyintas meninggalkan Eropa dan bertarung nasib pergi ke AS untuk memulai hidup baru. Meski saat itu sang istri, Lisbeth masih berada di Eropa.
Berkat kecerdasan dan reputasi dirinya, karya Lazlo dalam membuat sebuah perpustakaan pribadi membuat seorang pengusaha menjadi terpukau akan karyanya. Lazlo bahkan diberikan proyek ambisius yang begitu menantang untuk dirinya. Namun, di balik kesempatan emas itu, László harus berhadapan dengan kompromi moral, tekanan sosial, serta bayang-bayang traumatis masa lalunya.
Sinematografi film ini bagaikan mural gelap. Sutradara Brady Corbet sengaja merangkai cerita dalam perjalanan kehidupan Lazlo dengan penyutradaraan yang gelap. Setiap adegan bergerak lambat, menggambarkan kelam, sesuai dengan ekpresi dari Lazlo yang menghadapi segala macam problema dalam hidupnya di Amerika Serikat.
Film ini menolak memberi kenyamanan. Corbet menyuguhkan perjalanan imigran yang pahit. Tentang tanah asing yang menjanjikan kebebasan, tapi diam-diam menuntut pengorbanan jiwa. Amerika digambarkan bukan sebagai negeri harapan, melainkan arena pertarungan antara idealisme seni dan nafsu kapitalis. Dalam ruang beton yang dingin, László berjuang menjaga integritasnya, meski dunia terus memaksanya berlutut.
Adrien Brody menghadirkan sosok László yang rapuh sekaligus membara. Seseorang yang dihantui masa lalu, namun menolak didefinisikan olehnya. Tatapan matanya menyimpan luka perang, sementara tangannya menciptakan karya-karya yang ingin melampaui sejarah. Film ini bukan hanya tentang arsitektur bangunan, melainkan arsitektur jiwa. Wajar Adrien Body mampu meraih Oscar atas perannya sebagai Lazlo Toth.
Nilai: 8/10
Ulasan film oleh: Jonathan Ricky