Asal Film: Norwegia
Ketika Kebencian Menguji Sebuah Bangsa
Tragedi paling kelam dalam sejarah Norwegia modern itu terjadi pada 22 Juli 2011. Ledakan di Oslo mengguncang ibukota, namun ternyata itu baru permulaan. Di Pulau Utoya, ratusan anak muda yang sedang mengikuti kamp menjadi sasaran kebrutalan Anders Behring Breivik yang merupakan fanatik rasis sayap kanan. Dalam hitungan jam, 77 nyawa melayang, meninggalkan luka yang tak akan pernah benar-benar sembuh.
Cerita dibagi dalam tiga bagian besar. Serangan, respons pemerintah, dan perjalanan para korban dalam menghadapi trauma. Fokus utama film bukan hanya pada aksi teror itu sendiri, tetapi juga pada proses hukum Breivik serta perjuangan korban selamat, terutama Viljar Hanssen, seorang remaja yang selamat dari serangan meski mengalami luka parah.
Film ini menekankan bagaimana Norwegia sebagai bangsa merespons tragedi ini dengan menjunjung demokrasi, keterbukaan, dan menolak kebencian sebagai jawaban terhadap terorisme. Dengan pendekatan realistis dan penuh emosi, 22 July menyoroti kekuatan manusia untuk bangkit dari tragedi, sekaligus mengingatkan tentang ancaman ekstremisme.
Film ini bukan sekadar film tentang terorisme, tetapi tentang bagaimana sebuah bangsa memilih untuk melawan kebencian dengan demokrasi. Melalui kisah Viljar Hanssen, korban selamat yang berjuang menghadapi trauma dan luka fisik, film ini menekankan bahwa kekuatan terbesar manusia terletak pada keberanian untuk bangkit, bukan pada amarah untuk membalas.
Yang membuat 22 July begitu menghantam batin adalah keberaniannya menyorot sisi kemanusiaan. Keluarga yang kehilangan, pemuda yang bertahan hidup meski tubuhnya hancur, dan sebuah negara yang menolak tunduk pada ketakutan. Film ini menegaskan bahwa tragedi bisa melukai tubuh, tapi tak bisa mematahkan semangat sebuah bangsa.
Nilai: 7.5/10
Ulasan film oleh: John Tirayoh
Tayang: Netflix