Asal Film: Belanda
Kolaborator, Penjahat, dan Pengkhianat dar Amsterdam
Ada banyak wajah perang yang kita kenal. Pahlawan, korban, dan penindas. Namun, ada pula wajah yang lebih mengerikan: pengkhianat dari bangsa sendiri. Itulah potret Dries Riphagen, sosok nyata yang menjadi pusat film ini.
Di tengah kegelapan pendudukan Nazi di Belanda, Riphagen bukanlah penyelamat, bukan pula perlawanan, melainkan seorang predator yang berburu di antara kaumnya sendiri.
Film ini menguliti kejahatan yang jarang dibicarakan. Bagaimana seseorang bisa memanfaatkan ketakutan untuk meraup keuntungan. Riphagen mendekati keluarga Yahudi yang putus asa, menjanjikan perlindungan. Namun pada akhirnya justru menyerahkan mereka ke Gestapo setelah merampas harta dan kepercayaan mereka. Pengkhianatan yang begitu halus, dingin, dan nyaris tanpa penyesalan.
Kekuatan Riphagen terletak pada keberanian sinemanya untuk menampilkan kenyataan pahit. Tidak semua monster datang dengan seragam tentara. Kadang mereka lahir dari lingkungan kita sendiri, berbicara dengan bahasa yang sama, dan menyamar sebagai teman. Inilah luka yang lebih dalam dari sekadar penjajahan dikhianati oleh darah sendiri.
Sepanjang film, kita dibawa menelusuri sisi gelap jiwa manusia, tempat di mana keserakahan menelan nurani. Drama ini bukan sekadar potret sejarah, melainkan peringatan abadi. Bahwa di masa penuh ketakutan, ada orang-orang yang memilih menjadi serigala di antara domba. Dan Dries Riphagen adalah salah satu dari mereka.
Nilai: 7.5/10
review oleh: Winona Putri