Kisah Anak Muda Mengakali Kontrak Senjata di Pentagon
Film ini diangkat dari kisah nyata yang luar biasa dan absurd kisah dari David Packouz dan Efraim Diveroli. Dua teman lama saat mereka remaja dan bertemu kembali. Apabila David sedang dalam kondisi terpuruk dan hanya menjadi sales, sementara Efraim adalah tipe pria nakal yang melakukan bisnis jual beli senjata dengan sedikit nakal agar mendapatkan keuntungan.Â
Efraim meyakinkan David untuk bergabung dengannya dalam perusahaan mereka, AEY, dengan fokus pada kontrak kecil yang diabaikan oleh perusahaan besar. Dari hanya menjual pistol kecil dan amunisi, bisnis mereka berkembang pesat. Hal tersebut membuat keduanya mencoba mengakali untuk mendapatkan kontrak besar dengan pengadaan amunisi.
Puncak dari kesuksesan (dan kejatuhan) mereka adalah ketika mereka berhasil memenangkan kontrak raksasa senilai 300 juta Dollar untuk memasok amunisi bagi pasukan Afghanistan. Untuk memenuhi kontrak besar ini, mereka harus berurusan dengan pihak-pihak yang sangat berbahaya dan terlibat dalam perjalanan konyol dan menegangkan dari Yordania hingga Albania, yang menguji persahabatan, moral, dan keberanian mereka hingga batasnya.
Secara keseluruhan, War Dogs adalah perjalanan sinematik yang menegangkan, lucu, dan mendebarkan, yang menggali keserakahan, ambisi masa muda, dan kegilaan pasar gelap di balik perangWar Dogs adalah potret generasi muda yang menukar prinsip dengan profit. Film ini seakan menyulap kisah ini menjadi sindiran getir tentang bagaimana dunia memuja pemenang, meski mereka menang dengan cara paling kotor.
Jonah Hill tampil luar biasa sebagai Efraim yang licik, lucu, dan berbahaya, yang mencerminkan wajah sinis kapitalisme muda. Sementara Miles Teller sebagai David menjadi cermin bagi penonton, seorang idealis yang perlahan tenggelam dalam kilau keserakahan. Film ini tidak hanya menghibur, tapi juga menggigit. Dengan gaya visual cepat, musik enerjik, dan dialog tajam, War Dogs menembakkan peluru satir ke jantung mimpi Amerika dan meninggalkan jejak luka yang pahit tapi jujur.
Nilai: 8/10
review oleh: John Tirayoh