Langit, Teror, dan Keberanian
11 September 2001 selalu dikenang akan serangan terorisme di AS. Ketika, 2 pesawat menabrak Twin Tower WTC sebagai simbol perjuangan Al Qaeda melawan dunia barat. Tak lupa juga satu pesawat sipil lainnya yang dibajak melakukan aksi menabrak Pentagon.
United 93 adalah pesawat ke empat yang dibajak. Dengan tujuan paling simbolik. Menyerang Gedung Putih yang merupakan simbol Kepresidenan dar Amerika Serikat. Film ini mengisahkan sang pesawat dengan kode penerbangan United 93.
United Airlines Flight 93 lepas landas dari Newark menuju San Francisco pada 11 September 2001. Situasi menjadi kacau, ketika 4 pembajak menguasai pesawat. Dalam situasi pembajakan, 2 pesawat yang telah menabrakan diri ke WTC sudah bisa diakses para penumpang dengan segala keterbatasan.
Para penumpang sadar, bahwa mereka bagian dari rencana pembajak. Aksi dilakukan secara mandiri oleh para penumpang yang tak mau menyerah. Mereka melawan pembajak dengan segala cara. Bersatu untuk kembali menguasai pesawat.
Film ini bukanlah film aksi dengan arah membuat para penumpang menjadi pahlawan layaknya Rambo. Paul Greengrass sebagai sutradara hanya ingin menggabarkan reka-ulang sebaik mungkin apa yang terjadi di atas pesawat yang dibajak
Film ini lebih menceritakan tentang ketakutan manusia, keberanian yang tak diumbar, dan pilihan moral di menit-menit terakhir hidup di atas pesawat.
Sutradara Paul Greengrass memilih pendekatan nyaris documenter serta dialog minim dramatisasi. Semua dibuat realistis dan menyesakkan. Penonton seakan disuguhkan tragedi yang terjadi di atas pesawat United 93.
Secara keseluruhan film ini tidak menampilkan heroisme berlebihan. Hanya manusia biasa yang melakukan hal luar biasa. Sebagai pengingat bahwa para penumpang United 93 telah menjadi pahlawan dan pelaku sejarah di masa kelam serangan 11 September 2001.
Nilai: 8/10
review oleh: Jonathan Ricky
Tayang: HBO Max