Hadirkan Horor Folklore Dari Kalimantan
Film Kuyank didasari dari kisah mistis asal Kalimantan. Legenda Kuyang yang merupakan sosok hantu perempuan yang dalam kepercayaan masyarakat lokal setempat dapat melepaskan kepala dan terbang mencari darah perempuan yang hamil atau yang baru melahirkan.
Dengan kisah Badri dan Rusmiati adalah pasangan suami istri yang baru menikah. Hubungan mereka harmonis namun harus digerecoki dengan tuntutan mempunyai anak secepatnya. Sementara itu, Kuyank sang hantu perempuan mulai membuat masyarakat resah karena mondar-mandir (seperti meneror) para masyarakat.
Film horor Folklore yang dibesut oleh Johansyah Jumberan ini memang bukan mengandalkan jump scare atau kengerian yang membuat kita berdegub kencang. Kisahnya juga ini dibuat sebagai prequel dari film Saranjana: Kota Ghaib yang telah tayang pada tahun 2023 lalu.
Film ini menghadirkan sinematografi lokal yang tak mengandalkan setting studio untuk sebuah film horor. Bahkan sang sutradara mengakui bahwa demi suasana natural, film ini mengambil lokasi di pedalaman Kalimantan yang tentunya mempunyai kesulitan tersendiri.
Kuyank juga hadir dengan nuansa budaya lokal banjar yang melekat. Dialog-dialog terasa natural karena para pemeran memang seringkali menggunakan bahasa lokal untuk membuat film ini terasa orisinil dengan sosok mistis yang berasal dari daerah setempat.
Namun, film Kuyank agak sedikit membingungkan bagi yang tak terlalu mengetahui mitos Kuyang. Peran Badri dan Rusmiati yang susah untuk mendapatkan anak, sepertinya agak janggal dengan beberapa adegan lain dari karakter Utuh Ompong yang ingin mengusir Kuyang yang dianggap menganggu masyarakat.
Sepertinya sulit untuk memahami apa yang menjadi tujuan akhir Kuyang yang berseliweran dengan drama keluarga yang dialami oleh Badri dan Rusmiati.
Secara keseluruhan Kuyank memang menjadi salah satu film horor Folklore yang ingin menghibur penonton dari kisah hantu mistis dari budaya lokal. Namun, dari sisi skenario cerita Kuyank sepertinya tidak maksimal untuk memberikan sesuatu yang lebih untuk ditampilkan. Selamat Menonton.
5.5/10 Bintang
Review oleh: John Tirayoh