Dua sutradara asal Israel yang membuat film dokumenter berjudul Naza diancam dicabut kewargeneraannya terkait film yang dibuatnya. Adalah sosok Yuval Abraham dan Rachel Zsor yang menjadi pembuat dokumenter berjudul NAZA.
Keduanya berhasil melakukan wawancara kepada 24 tentara Israel mengenai pola dan penggunaan teknologi dalam melakukan target saat perang di Gaza, wilayah Palestina.
Dalam wawancara terhadap Tentara Israel, Dokumenter film NAZA Mengungkap penggunaan kecerdasan buatan (AI), pengawasan telepon, dan sistem militer Israel di Gaza untuk menentukan target anggota Hamas maupun bukan anggota Hamas yang dicurigai oleh militer Israel.
Lalu dengan teknologi canggih, melenyapkan target di rumah masing-masing, tanpa mempedulikan kemungkinan tewasnya anak-anak dan anggota keluarga lainnya dalam serangan tersebut.

Film Dokumenter Naza lalu diputar pada ajang Festival Film Internasional Venezia 2026 beberapa hari lalu.
Film Dokumenter Naza menjadi sorotan khusus terkait isi materi wawancara yang didapatkan. Hingga mendapatkan standing ovation (tepuk tangan berdiri) selama 25 menit dan klimaks mendapatkan penghargaan Special Prize Jury dalam festival.
Dokumenter ini seperti menjadi tamparan bagi pemerintahan Israel yang sulit berkelit karena kesaksian dari para prajuritnya sendiri yang terlibat dalam perang.
Balasan dari pemerintah Israel, adalah melalui Miki Zohar yang merupakan Menteri Kebudayaan Israel. Sang menteri mengatakan dalam platform X/Twitter bahwa Yuval dan Rachel seharunya dicabut kewarganegaraaannya karena dianggap pengkhianat.
“Sebagai Menteri Kebudayaan, saya akan segera bertindak untuk mencabut kewarganegaraan Israel dari para pembuat film yang hina ini karena telah mengkhianati negara.” tulisan Mika Zohar di platform X/Twitter atas nama akun @xoharm7
Isi Lengkap Cuitan dari Mika Zohir di platform X
Kemenangan film keji NZA di Festival Venesia sangat mengejutkan. Kebencian terhadap diri sendiri yang membakar para pembuatnya, yang rela merugikan tanah air mereka hanya demi mendapatkan tepuk tangan dari para antisemit di seluruh dunia, tidak dapat dipahami dan merupakan pengkhianatan terhadap negara.
Inilah alasan tepat mengapa saya memimpin reformasi penting dalam dunia perfilman agar warga negara Israel tidak lagi harus membayar dari kantong mereka sendiri untuk kerugian yang dialami prajurit IDF dan Negara Israel.
Sebagai Menteri Kebudayaan, saya akan segera bertindak untuk mencabut kewarganegaraan Israel dari para pembuat film yang hina ini karena telah mengkhianati negara.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada kabar mengenai tanggapan dari Yuval Abraham dan Rachel Zsor terkait penyataan dari Menteri Kebudayaan Israel tersebut. Saat ini keduanya (sepertinya) masih berada di Venezia terkait dalam menghadiri acara festival film tersebut. Film Dokumenter NAZA diputar pada Kamis (10/9) lalu waktu setempat, di Venezia tempat acara Festival berlangsung.