Serial Solid di Genre Sport Drama
Tayang: Prime Video
Serial ini sebenarnya sudah diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama. Friday Night Lights versi layar lebar tayang pada tahun 2004 dengan bintang utama adalah Billy Bob Thornton. Namun, versi layar lebarnya juga bukanlah naskah orisinil.
Versi layar lebarnya sendiri adalah adaptasi dari buku tulisan H.G. Bissinger yang berjudul Friday Night Lights: a Town, a Team, and a Dream yang rilis pada tahun 1990 dan berdasarkan kisah nyata.
Untuk versi layar lebarnya sendiri, tidak mengikuti total kisah nyata dalam buku. Dalam film disesuaikan dengan kondisi kebutuhan film namun masih memakai premis dari buku mengenai tim sepakbola rugbi Amerika (American Football) yang dilatih oleh seorang pelatih karismatik dengan realita di sebuah kota kecil.
Kembali ke Serial Friday Night Lights, serial ini dibuat setelah Peter Berg sang kreator merasa bahwa kisah Friday Night Lights terlalu singkat diceritakan dalam versi layar lebarnya. Sehingga Peter Berg mewujudkannya dalam bentul serial.
Serial ini berpusat di kota kecil fiktif Dillon, Texas, di mana tim sepak bola SMA setempat bernama Dillon Panthers yang menjadi kebanggaan kota. Olahraga ini bukan hanya sekedar hiburan, namun sudah seperti menjadi agama bagi seisi kota. Pelatih tim ini adalah Eric Taylor (Kyle Chadler) dan mempunyai istri Tami Taylor (Connie Britton) yang juga mempunyai anak perempuan remaja duduk di bangku SMA bernama Julie Taylor (Aimee Teegarden)
Sementara itu karakter lain adalah tentunya para anggota tim Dillon Panthers yang terdiri dari Tim Riggins (Taylor Kitsch), Mat Saracen (Zach Gilford), Jason Street (Scott Porter). Pemeran lainnya adalah Lyla (Minka Kelly), Tyra (Adrianne Palicki), Landry (Jesse Plemons), serta beberapa karakter lainnya.
Menjadi kelebihan serial ini adalah tidak fokus pada kepelatihan pelatih Eric Taylor saja kepada tim Dillon Panther. Namun justru mengangkat berbagai isu sepanjang musim. Memperlihatkan bagaimana kehidupan kelas menengah bawah di kota-kota kecil yang fanatik akan futbol. Selain itu, konflik yang dibangun terasa begitu riil dengan kehidupan nyata di masyarakat Amerika di kota kecil.
Serial ini dengan cerdik membelokkan fokusnya dari sekadar urusan di lapangan hijau menjadi eksplorasi mendalam mengenai dinamika sosial manusia di tiap episodenya. Dengan gaya pengambilan gambar dokumenter dan penggunaan kamera handheld, serta latar musik emosional yang begitu pas. Musim pertama ini langsung memikat penonton melalui realisme mentah dan kejujuran artistiknya yang jarang ditemui pada drama remaja hollywood lainnya.
Dapat dikatakan Musim ini tampil begitu kuat karena keberhasilannya menyoroti berbagai isu sosial yang kompleks dan relevan. Mulai dari beban psikologis luar biasa yang dipikul oleh anak-anak remaja akibat ekspektasi masyarakat, jurang kesenjangan kelas ekonomi, hingga ketegangan rasial. Serial ini tidak menyajikan pahlawan olahraga yang sempurna.
Karakter-karakter seperti sang quarterback bintang Jason Street, pemain pengganti Matt Saracen, hingga pemberontak karismatik Tim Riggins digambarkan dengan segala kerentanan, kekurangan, dan kecacatan moral mereka. Di tengah pusaran tekanan kota kecil yang penuh drama, figur Pelatih Eric Taylor dan istrinya, Tami Taylor, menjadi jangkar emosional yang menyajikan potret pernikahan suportif, realistis, dan penuh kompromi secara natural.
Secara keseluruhan, Friday Night Lights Musim Pertama melampaui kisah genre olahraga American Football. Serial ini tampil menyentuh tentang keluarga, ambisi, keputusasaan, dan arti sebuah lingkungan kecil di kota kecil.
Perjalanan emosional dari awal musim yang penuh mimpi kejayaan hingga partai final state championship di akhir episode yang melelahkan berhasil merangkum keringat, air mata, serta ikatan persaudaraan yang begitu membekas.
Serial ini adalah tontonan drama dengan kedalaman emosi paripurna dan naskah yang matang. Kelemahannya bagi kamu yang kurang menyukai genre sport dan bingung soal olahraga Football Amerika mungkin tak terlalu pas. Namun sebagai sebuah serial drama, Friday Night Lights Musim Pertama tampil solid dan menjadi salah satu serial yang musim pertamanya dapat dipuji.
22 Episode*
Skor: 8/10 Bintang
review oleh John Tirayoh