Bangga! Film dokumenter Karaja Sumba, besutan sutradara Ineu Rahmawati terpilih sebagai salah satu film Indonesia di pentas Internasional. Rencananya Karaja Sumba akan ditayangkan dalam International Istanbul Women’s Film Festival (IWFF) 2026 yang berlangsung pada 3–5 April 2026 di Istanbul, Turki.
Keterpilihan ini tentunya membanggakan karena Karaja Sumba sebagai karya dokumenter Indonesia yang mampu bersaing dan mendapatkan perhatian di panggung internasional. Khususnya dalam festival yang berfokus pada perspektif dan suara perempuan dalam sinema.
Sutradara Ineu Rahmawati juga menyampaikan keikutsertaan Karaja Sumba dalam Festival Perempuan Internasional, tentunya menjadi momen penting untuk membawa suara dan cerita perempuan dari Sumba ke panggung global. “Kami berharap Film Karaja Sumba dapat membuka ruang dialog lintas budaya dan memperkenalkan kekayaan tradisi Indonesia kepada dunia,” Ujar Ineu menambahkan.
Film Dokumenter Karaja Sumba mengangkat kisah para Ibu asal Sumba sebagai penenun. Film ini juga mengangkat isu KDRT yang masih sering terjadi pada perempuan Sumba yang biasa disebut Mama-Mama, serta perspektif perempuan dalam budaya yang kental dengan nilai-nilai adat.
Keikutsertaan Karaja Sumba di International Istanbul Women’s Film Festival juga menjadi bagian dari upaya memperkuat soft diplomacy Indonesia melalui karya seni dan budaya, khususnya film dokumenter.
Rekam Jejak Nasional dan Internasional
Sebelum terpilih untuk tayang di IWFF 2026, Karaja Sumba telah lebih dahulu diputar dalam berbagai festival dan screening internasional, di antaranya di Australia, Bulgaria, dan Istanbul. Di Indonesia sendiri.
Film Karaja Sumba sudah pernah masuk 20 besar Festival Film Indonesia 2025 dan Top 5 Film Dokumenter Pendek Terbaik Festival FIlm Budi Luhur. Rangkaian pemutaran ini menunjukkan konsistensi film dalam menjangkau berbagai audiens lintas negara dan budaya.