Film Downfall (Judul Asli: Der Untergang) merupakan film sejarah yang mengisahkan hari-hari akhir Hitler dan Nazi beserta pengikutnya yang berada di Ibu-kota Berlin.
Downfall mengisahkan bagaimana ketika pada perang dunia ke-2, pada tahun 1945, Jerman Nazi telah terdesak dan akan kalah. Pasukan Uni Soviet telah berhasil masuk kota Berlin yang menjadi Ibukota Nazi Jerman.
Hilter dan petinggi militer dan Nazi yang masih di Berlin memilih bertahan di dalam Bunker. Penggambaran upaya terakhir Hitler untuk meminta serangan balasan untuk menghadang laju pasukan Uni Soviet digambarkan begitu orisinil.
Menariknya, kisah ini diangkat langsung dari sosok Traudl Junge yang merupakan sekertaris pribadi Hitler. Sehingga keotentikan narasi berdasarkan saksi mata yang mengalami hari-hari akhir di Bunker Hitler.
Tidak melulu oleh kisah seputar Hitler, namun juga yang membuat nilai lebih adalah sudut pandang dari para Jendral yang mengemban tugas untuk mempertahankan Berlin dari sosok Jendral Helmuth Weidling dan Jendral Wilhelm Mohnke.

Jendral Helmuth Weidling yang berusaha mati-matian mempertahankan Wilayah Berlin dari serbuan Uni Soviet. Bahkan sempat dipanggil ke Bunker Hitler akan digantung karena laporan dirinya melakukan mundur pos komandonya. Namun justru setelah menghadap ke Bunker, Hitler memberikan kepercayaan sebagai komandan perang yang mempertahankan Berlin.

Jendral Helmuth Weidling yang berusaha mati-matian mempertahankan Wilayah Berlin dari serbuan Uni Soviet. Bahkan sempat mau digantung Hitler karena memundurkan Pos Komandonya. Justru akhirnya Weidling dipercaya mempertahankan Berlin dan menjadi orang yang mengumumkan kekalahan Pertempuran Berlin.

Menjadi yang terakhir kali Hitler keluar Bunker untuk memberikan jasa penghormatan kepada Milisi Pemuda Hitler yang berhasil menahan laju pasukan Uni Soviet. Hitler bahkan memuji para remaja-remaja ini dengan menyebut,”Andaikan Jendral aku berani seperti kalian.”

Para Jendral Hitler yang masih bertahan bersama Hitler di Bunker merasa bahwa Hitler sudah sudah tidak realistis lagi dengan mengharapkan pasukan dari Divisi Steiner di wilayah barat mampu menyerang dan menyelamatkan Berlin dari kepungan Uni Soviet.

Hitler Mengamuk ketika para Jendral melaporkan bahwa Operasi dari Divisi Steiner tak berhasil untuk masuk ke kota Berlin untuk membantu pasukan Jerman yang terkepung di Berlin. Dengan gagalnya Operasi Steiner maka kejatuhan Berlin tidak terelakan. Jendral Weidling hanya bisa bertahan lebih lama menahan Soviet. Begitu juga Jendral Mohnke yang bertugas mempertahankan pusat pemerintahan seperti Istana Kepresidenan dan juga Bunker Hitler.

Pasukan Jerman yang tersisa hanya melakukan posisi bertahan dengan maksimal di setiap sektor kota untuk menahan serbuan pasukan Uni Soviet.

Meski tahu kejatuhan Berlin sudah pasti. Hitler memilih tetap bertahan di Bunker sampai akhir hayatnya. Dirinya bersikukuh tak akan pergi meninggalkan Berlin, meski kejatuhan Berlin ke tangan Uni Soviet sudah pasti.

Hitler meminta ajudan pribadi nya Otto Gunsche untuk membakar mayatnya setelah bunuh diri. Memastikan jangan sampai tubuhnya nanti dipajang dan dipermalukan oleh Uni Soviet seperti yang terjadi pada sekutu-nya Mussolini di Italia.

Setelah Hitler meninggal dan mayatnya di bakar, para Jendral dan pengikut setia-nya melakukan penghormatan terakhir kepada Hitler diluar Bunker.

Setelah mengetahui bahwa Hitler telah mati dan kekalahan dari Jerman Nazi, beberapa fanatik Hitler atau yang tak mau ditangkap oleh Uni Soviet memilih melakukan bunuh diri.

Traudl Junge yang merupakan sekertaris pribadi Hitler memilih untuk mencoba lari dari Bunker setelah kematian Hitler bersama beberapa pasukan lainnya. Beberapa yang setia tetap di dalam Bunker mempertahankannya hingga akhirnya direbut oleh pasukan Uni Soviet.