Dendi Reynando sebagai produser Film Pelangi di Mars mengungkapkan bahwa filmnya dibuat dari rasa kegelisahan yang sama dengan Upi Guava sang sutradara.
Kegelisahan apa? Ternyata kegelisahan terhadap anak-anak Indonesia yang mendapatkan sedikit sekali hiburan untuk anak yang dapat menginspirasi. Hal itu diungkapkan keduanya saat Gala Premiere Pelangi di Mars pada Sabtu (14/3) Sore, di XXI Epicentrum.
“Waktu saya ke toko mainan. Tidak ada karakter mainan dari Indonesia. Adanya Karakter Marvel atau Karakter dari Korea. Saat saya bertemu Upi, ternyata kegelisahan kita sama. Itu juga yang menjadi awal pembicaraan kita membuat film Pelangi di Mars.” Ujar Dendi Reynado.
Senada, Upi Guava juga mengatakan hal yang sama. “Saya tumbuh dengan film-film dan komik yang menginspirasi saya waktu kecil. Ada Film Jurassic Park, Back to the Future, atau Film ET. Komik Tintin yang mengisahkan wartawan keliling dunia memecahkan masalah-masalah.” Ucapnya panjang lebar.

“Jujur sebagai orang tua mungkin ini sangat subjektif. Mungkin juga ini bukan analisa yang objektif. Kok anak sekarang tidak seperti (jaman dulu) literasinya. Kita kurang sekali tontonan anak-anak (jaman sekarang).” tambahnya sebagai alasan membuat Film Pelangi di Mars yang diharapkan mampu menginsipirasi anak-anak jaman sekarang untuk berani bermimpi.
Upi juga menyinggung bahwa dahulu Indonesia punya Ibu Pratiwi Sudarmono yang merupakan pertama dan satu-satunya Astronot asal Indonesia. Menyinggung B.J. Habibie akan penciptaannya, serta mengatakan ada Bapak Jacob Salatun yang disebut Bapak UFO Indonesia dan juga pendiri LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional).
Upi menyebut contoh para tokoh-tokoh tersebut berkaitan dalam film Pelangi di Mars yang dibesutnya karena orang-orang tersebut mengajarkannya untuk bermimpi. Sehingga berharap film Pelangi di Mars mampu membuat anak-anak Indonesia bermimpi besar dan mewujudkan impian untuk menaklukan dunia.
“Saya percaya bangsa yang besar, bangsa yang terbentuk dari mimpinya anak-anak. Semua anak-anak Indonesia, punya harapan menaklukan dunia. Otomatis itu adalah kenyataan (yang) mungkin yang akan terjadi 30 tahun kemudian.” Tambah Upi Guava.
Film Pelangi di Mars sendiri merupakan terobosan baru dengan menggabungkan Live-Action dan animasi. Agar film ini bisa maksimal dari segi kualitas, Upi Guava dan Dendi Reynando sejak tahun 2020 memulai project ini. Hingga akhirnya film Pelangi di Mars akan bisa dinikmati seluruh anak-anak dan masyarakat Indonesia di bioskop mulai tanggal 18 Maret 2026 mendatang.