Kisah dimulai ketika radar sistem pertahanan AS mendeteksi sebuah rudal nuklir balistik antarbenua (ICBM) tak dikenal yang diluncurkan dari Pasifik Utara. Dari deteksi rudal tersebut memiliki lintasan pasti menuju sebuah kota besar di Chicago, Amerika Serikat.
Pemerintah AS mulai dari Gugus Tugas di Gedung Putih, Pangkalan Militer di Alaska, Pentagon yang mengurusi Serangan Rudal Nuklir, Hingga pada akhirnya adalah Presiden AS yang musti menerima kenyataan apakah Perang Nuklir di depan mata.
Review
Suasana intens dan realisme prosedur setiap pihak yang terkait berhasil menciptakan ketegangan yang mencekam. Pendekatan naratif yang fokus pada waktu hitung mundur dan menyajikan plot dari berbagai perspektif menjadikan krisis terasa nyata dan mendesak.
Film ini lebih merupakan thriller politik yang cerdas daripada film aksi penuh ledakan. Skrip cerita menekankan pada protokol militer, birokrasi, dan tekanan psikologis yang dihadapi para pengambil keputusan, bukan pada adegan baku tembak.
Sepertinya film ini berhasil menyuarakan pesan yang kuat tentang kerapuhan perdamaian internasional di era ketegangan barat dengan Rusia dan Tiongkok lewat teknologi nuklir modern.
Bahwa perang nuklir bisa terjadi sewaktu-waktu. Meski beberapa momen yang diperlihatkan berulang-ulang sedikit monoton ketika harusnya ketegangan terus memuncak hingga klimaks film.
A House of Dynamite adalah film yang brutal dalam ketenangannya, membuat penonton takut bukan karena ledakan, tetapi karena kerapuhan rantai komando dan besarnya taruhan dalam hitungan menit. Film ini adalah tontonan wajib bagi penggemar thriller politik yang cerdas dan menegangkan.
Score: 8/10
Tahun Tayang: 2025
Tayang di Netflix