Polisi Masuk Panti
Sukses Agak Laen awal 2024 silam kontan disusul film berikutnya. Resepnya masih “don’t change the winning team”. Memasang judul Agak Laen 2 Menyala Pantiku, sutradara Muhadkly Acho masih bareng kuartet Boris Bokir, Indra Jegel, Oki Rengga, dan Bene Dion. Wow banget nih.
Instalmen kedua ini beda jauh dengan pendahulunya. Bukan sekuel juga, karena jalan ceritanya sudah beda banget banget. Istilah kata, konsepnya mirip gaya Warkop (termasuk profesi detektifnya). Cerita berbeda, personil sama, namun nama karakter tetap memakai nama asli.
Alkisah, kuartet jagoan kita ini menjadi aparat penyidik yang dinas di Polres Yamakarta. Dasar apes, KPI mereka jelek banget sampai-sampai terancam dipecat. Alhamdulillah, masih ada kesempatan terakhir: mereka harus menyamar di panti jompo demi mengungkap sebuah kasus pembunuhan.
Di sinilah kekuatan komedi komika kembali diuji. Mampukah mereka menghadirkan kisah jenaka yang padat merayap tanpa harus menjadi sketsa yang terputus? Skenario Muhadkly Acho ternyata mampu menjawabnya. Anjay…
Sejenak teringat ucapan seorang produser yang pernah memuji kelihaian para komika dalam menulis. Menurutnya mereka sudah terbiasa bikin bit yang pecah, dengan struktur yang jelas. Ada setup, ada punchline. Jika penonton tertawa, itu pertanda sukses narasinya.
Nah, rupanya Acho dibesarkan dalam tradisi itu. Terbiasa meracik setup pendek sebelum open mic, kini ia lebarkan ke dalam format panjang layar lebar. Dengan syarat harus ada punchline di sepanjang durasi. Idealnya setiap sepuluh menit, atau kalau bisa, setiap menit.
Ternyata kuartet Agak Laen mampu menjawab tantangan itu. Mereka selalu padu dalam menyambar umpan. Durasi nyaris dua jam tak terasa, karena penuh dengan tawa yang deras. Sungguh bertenaga skenarionya, materi apa saja bisa bikin ngakak buat segmen kelas atas hingga kelas bawah. Kalau biasanya kelas A-B. Ini memanjang hingga E.
Nilai: 8/10
review oleh: Bobby Batara
#agaklaen #punditfilm #ruangfilmmm