Kisah Pengabdian Anak Bangsa
Believe: Takdir, Mimpi, dan Keberanian merupakan adaptasi dari buku biografi Jenderal TNI Agus Subiyanto (Panglima TNI saat ini) berjudul ‘Believe about of Faith, Dream, and Courage’.
Believe menuturkan perjalanan hidup seorang sosok Agus Subiyanto yang hidup dalam bayang-bayang ayahnya. Sang Ayah bertugas dalam Operasi Seroja pada tahun 1975.
Ketika sang ayah meninggal, membuat sosok Agus tersadar dan memilih jejak profesi sang ayah. Agus menjadi serdadu dan ingin mengabdi untuk bangsa dan negara.
Meski lebih menekankan sebagai film aksi, namun tentunya bumbu drama menjadi hal penting dari narasi film ini.
Cerita dalam film ini cukup enak diikuti meski pada akhirnya adegan aksi di medan laga menjadi dominan. Adegan drama konflik dengan ayah saat remaja, dan kisah cinta Agus.
Adegan laga pertempuran dalam setiap adegan cukup intens dan menjadi kelebihan film ini. Penggambaran sengitnya pertempuran yang terjadi saat Operasi Seroja pada tahun 1975 di Timtim mendapat porsi adegan yang besar.
Film ini tak mau terjebak sebagai film propaganda dari sudut pandang Indonesia saat berperang di Timtim. Operasi Seroja operasi militer untuk memuluskan proses integrasi Timor Timur ke dalam NKRI.
Namun bagi yang menolak integrasi, operasi ini adalah sebuah invasi dan aneksasi. Dapat dipahami hingga saat ini Operasi Seroja jadi salah satu bagian paling rumit dalam sejarah Indonesia.
Satu hal yang musti diapresiasi adalah film ini mengambil genre aksi yang tentunya tak sedikit dalam biaya produksi.
Pujian ketika adegan aksi pertempuran tampil tidak minimalis. Aksi “ala” hollywood digarap maksimal. Menyaksikan pertempuran-pertempuran yang diberikan seperti pemuas dahaga di tengah film-film nasional yang selalu main aman di genre drama dan horor.
NILAI: 7/10
Ulasan Film oleh: Aris Kurniawan