Bencana bukan dari Alam, namun dari Manusia
Film kisah nyata ini diangkat dari peristiwa nyata ledakan kilang minyak di Teluk Meksiko pada 20 April 2010. Salah satu bencana tumpah minyak terbesar dalam sejarah Amerika. British Petroleum yang mendapatkan ijin mengebor minyak di teluk Meksiko, menyewa Rig Deepwater Horizon.
Film ini berdasarkan kisah Mike Williams, kepala teknisi dan Jimmy Harrell, pimpinan lapangan Deepwater Horizon yang berusaha mengikuti prosedur pengeboran. Namun, dari pihak oknum British Petroleum lebih memikirkan bujet dana yang telah keluar banyak, sehingga beberapa prosedur pengeboran coba dilewati tanpa tes yang harusnya dilakukan.
Bencana besar pun terjadi. Ledakan hebat, kebakaran dahsyat, dan tumpahan minyak yang tak terkendali akhirnya menjadi kisah yang tragis juga menyedihkan. Di tengah kekacauan, para pekerja harus berjuang bertahan hidup dan menyelamatkan satu sama lain, sementara di luar sana dunia menyaksikan tragedi lingkungan yang mengguncang.
Lebih dari sekadar film bencana, Deepwater Horizon adalah penghormatan bagi para pekerja yang mempertaruhkan nyawa mereka di tengah kerakusan korporasi dan kelalaian sistem. Dengan pendekatan yang realistis, film ini menggambarkan ketegangan menit demi menit yang dialami para pekerja biasa yang mendadak terjebak di neraka buatan manusia.
Film ini kuat bukan hanya karena efek visual spektakulernya, tapi juga karena keberaniannya menyoroti kelalaian korporasi yang berujung maut. Ledakan dan kobaran api hanyalah puncak dari keserakahan dan arogansi manusia terhadap alam.
Namun di balik tragedi itu, film ini tetap memberi penghormatan pada keberanian para pekerja yang berjuang menyelamatkan rekan-rekannya, meski nyawa sendiri jadi taruhannya. Film ini berhasil memadukan aksi menegangkan dengan drama kemanusiaan yang menyentuh. Sebuah kisah nyata yang mengingatkan, bencana terbesar sering kali lahir bukan dari alam, melainkan dari kesalahan manusia.
Nilai: 8/10
review oleh: John Tirayoh