Mimpi Orang Kepepet
Mari kita berandai-andai. Ketika kepala lagi mumet berat karena dilanda masalah keuangan, mulai dari kena PHK, utang jatuh tempo, sewa rumah belum lunas eh mendadak ada rezeki nomplok. Ambil, jangan?
Dopamin bercerita tentang itu. Pasutri muda Malik dan Alya sedang kepepet banget. Dilanda kesulitan ekonomi mereka saban hari harus putar otak buat menambal kekurangan.
Suatu malam pulang wawancara kerja Malik membawa orang asing ke rumah mereka. Ternyata pagi harinya si tamu tewas dengan jarum suntik masih tertancap di lengannya. Di dekatnya ada koper berisi uang tunai yang jumlahnya alaihim. Nah lo…
Plot cerita dari Teddy Soeriaatmadja ini sungguh memikat. Betapa nasib Malik dan Alya sangat mewakili jutaan orang yang sedang dilanda masalah finansial. Boro-boro mau finansial planning, buat hari ini aja belum tentu bisa makan atau nggak. Malik dan Alya adalah kita.
Sekilas pasangan ini mengingatkan kita pada Clarence Worley dan Alabama Whitman dalam True Romance-nya Tony Scott dan skenarionya karya mbahnya thriller QuentinTarantino. Sepasang kekasih mendadak dapat rezeki nomplok sekoper uang tunai, ternyata uang itu milik gembong mafia. Alhasil mereka dicari-cari orang suruhan si mafioso.
Namun Teddy mengemasnya dalam versi kearifan lokal. Ya, memang seperti banyak kasus orang yang kita kenal, kalau bukan kita sendiri ya. Lantas tinggal dipoles sana sini. Mereka pasangan suami istri yang bucin berat, saling support, dan sesekali tampak konyol agar penonton semakin geregetan.
Karakter pun tak banyak-banyak amat. Efeknya kita tambah berempati pada nasib Malik dan Alya dan peduli buat kepoin, what next ya. Pertaruhan Malik atas isi koper ini bakal seperti apa? Ah, cekidot…
Nilai: 7.5/10
review oleh: Bobby Batara
#dopamin #filmnasional #filmdopamin #anggayunanda #sheninacinnamon #anjasmara #teddysoeriaatmadja