Raja yang Terkurung oleh Ketenaran
Film ini mengisahkan musisi legendaris yang sering disebut King of Rock n Roll Elvis Presley. Pemuda yang menghentak AS dengan gaya musik dan performa nya di jaman tersebut.
Berjudul Elvis, film ini menjadi biopic dari perjalanan Elvis di awal karir sang maestro hingga ketenaran yang justru mengekang kehidupannya.
Film ini menggambarkan bagaimana Elvis menyerap pengaruh musik gospel gereja kulit hitam, blues, dan rhythm & blues. Membentuk gaya panggungnya yang mengguncang Amerika konservatif era 1950-an.
Popularitas Elvis meledak, namun ketenarannya juga menyeretnya ke dalam konflik sensor moral, tekanan industri hiburan, manipulasi bisnis, serta keterasingan pribadi.
Dalam jalan cerita disampaikan melalui sudut pandang kontroversial sang manajer, Colonel Tom Parker, yang menarasikan hubungan profesional sekaligus eksploitatif antara dirinya dan Elvis.
Baz Luhrmann menghadirkan Elvis bukan sekadar film biografi, melainkan tragedi tentang harga sebuah ketenaran. Film ini menempatkan penonton langsung ke dalam pusaran popularitas yang dialami Elvis.
Austin Butler menjadi jantung film ini. Ia tidak hanya meniru suara dan gerak Elvis, tetapi juga memancarkan kerentanan seorang pria yang terjebak antara persona publik dan jiwa yang rapuh. Transformasinya terasa total dan menyakitkan, terutama saat film memasuki fase Las Vegas, ketika Elvis tampak seperti tahanan di istananya sendiri.
Tom Hanks sebagai Colonel Parker tampil menjengkelkan sekaligus tragis. Seorang oportunis yang menyebut eksploitasi sebagai perlindungan. Hubungan Elvis dan Kolonel Parker digambarkan layaknya simbiosis beracun. Saling membutuhkan, namun saling menghancurkan.
Elvis adalah biopik yang penuh energi, duka, dan kemegahan. Ia tidak hanya merayakan legenda, tetapi juga membuka luka di balik mitos. Sebuah potret memilukan tentang bagaimana seorang raja musik kehilangan tahtanya atas hidupnya sendiri.
SKOR: 8/10
Ulasan oleh: Jonathan Ricky