Ketika Perlawanan Disebut Pemberontakan
Negara Amerika Serikat yang kita ketahui adalah lahan bagi seluruh rakyat Indian yang sudah menghuni sebelumnya. Para Indian entah dari suku apapun, mereka tersingkirkan dari tanah mereka sendiri dan itu adalah sejarah.
Film ini mengisahkan kisah hari-hari akhir Geronimo pemimpin suku Apache Chiricahua beserta pengikut setianya di akhir abad ke-19.
Saat itu wilayah Apache terus dirampas atas nama negara AS yang merupakan sebenarnya pendatang. Perjanjian demi perjanjian yang disepakati dilanggar dan makin mengecilkan suku Apache.
Geronimo bersama pengikut setianya dari berperang, berdamai, akhirnya berperang lagi melawan ketidak-adilan yang dialami. Memilih hidup sebagai buronan di perbatasan Amerika Serikat – Meksiko.
Pemerintah AS mengerahkan pasukan besar untuk menangkapnya, dipimpin oleh Brigadir Jenderal George Crook, sosok militer yang mencoba menyeimbangkan tugas negara dengan rasa hormat terhadap budaya Apache.
Narasi cerita sebagian besar diceritakan melalui sudut pandang Letnan Britton Davis, seorang perwira muda yang baru saja datang ditugaskan. Ia ditugaskan di bawah Letnan Charles B. Gatewood seorang perwira Kavaleri yang memahami dan menghormati Geronimo serta budaya Apache.
Film ini cukup adil dengan menghadirkan sudut pandang yang lebih manusiawi dan reflektif terhadap sejarah kelam Amerika dalam memperlakukan penduduk asli. Film ini mempertanyakan siapa sebenarnya “pahlawan” dan siapa yang dicatat sebagai “penjahat” dalam sejarah yang ditulis oleh para pemenang.
Film ini layak ditonton, dan merupakan upaya tulus untuk menceritakan kisah penting sejarah Amerika dengan tingkat keseimbangan dan penghormatan tertentu. film ini sejarah yang tenang namun bermakna, menyajikan kisah perlawanan, pengkhianatan, dan kehormatan dari sudut pandang yang jarang diangkat secara adil.
Nilai: 7.5/10
review oleh: Jonathan Ricky