Perantau Masa Depan Tanpa Tahu Masa Depan
Merupakan karya ke-12 sutradara Amerika, Gore Verbinski dengan skenario oleh Matthew Robinson. Film bertema komedi sains-fiksi ini dibintangi oleh Sam Rockwell, Haley Lu Richardson, Juno Temple., Michael PenaZazie Beetz, Asim Chaudry, dan Tom Taylor.
Diproduksi oleh Constantin Film, Blind Wink Productions dan 3 Arts Entertainment dengan distribusi oleh Briarcliff Entertainment. Film berdurasi 134 menit ini dirilis pada 13 Pebruari 2026 menghabiskan bujet sebesar 20 juta US Dollar.
Seorang lelaki tanpa nama (Sam Rockwell) memasuki suatu restoran di Los Angeles tepat jam 10.10 malam dengan berpakaian eksentrik cenderung bergaya gelandangan sambil mengancam membawa bom dan mengumumkan bahwa ia datang dari masa depan dan membutuhkan beberapa relawan untuk menghadapi kemelut besar di masa depan.
Ia mengatakan bahwa ini adalah kedatangan yang ke 117 dimana ia sendiri tidak dapat menjelaskan bagaimana masa depan akan terjadi karena sifanya situasional insidental. Banyak yang tidak percaya namun akhirnya ada 5 orang yang ‘terpaksa’ ikut.
Dalam menjelaskan ajakan serta memberikan sekilas ‘ramalan’ tentang masing-masing orang di resto tersebut, rupanya polisi melakukan pengepungan karena Si Lelaki tersebut dianggap menyandera pengunjung resto dengan ancaman bom dan wajib dilenyapkan.
Dari ajakan tersebut maka dimulailah petualangan Sang Lelaki tersebut bersama 5 pengikutnya dimana sebagian dari mereka ternyata memiliki korelasi dengan apa yang terjadi di masa depan dengan penuturan kilas balik latar belakangnya.
Gore Verbinski yang meroket dengan karya penyutradaraan di 3 film Pirates of the Carribean: The Curse of The Black Pearl (2003), Dead Man’s Chest (2006) dan At World’s End (2007) dan mengalami kegagalan cukup besar di The Lone Ranger (2013) tahun ini mencoba bangkit dengan karya sains fiksi dengan nuansa komedi gelap tentang Artificial Intelegence (AI) yang menguasai manusia dan dunia.
Kisah yang agak absurd namun mungkin bisa dinikmati oleh Millennial dan Gen-Z yang lebih memahami ‘kerumitan’ struktur dan hirarki AI walau nampak agak absurd bagi Gen-X. Pola bertutur yang bolak-balik untuk menjelaskan latar belakang dari beberapa tokoh menjadi agak mengganggu konsentrasi.
Aktor kharismatik Sam Rockwell yang sudah malang melintang di Hollywood dengan film The Green Mile (1999), Galaxy Quest (1999), Charlie’s Angels (2000), Confessions of a Dangerous Mind (2002), Iron Man 2 (2010) dan Jojo Rabbit (2019). Rockwell juga peraih Oscar di tahun 2017 sebagai Peran Pembantu Terbaik dalam film Three Billboard Outside Ebbing, Missouri (2017).
Pemeran ‘Marvel’ selain Sam Rockwell yang ikut meramaikan adalah Michael Pena yang memperkuat Ant-Man (2015) dan Ant-Man and The Wasp (2018) dan aktris Zazie Beetz di Deadpool 2 (2018).
‘Scene stealer’ layak ditujukan kepada Juno Temple yang sebelumnya berakting asik di mini seri Ted Lasso (2020) dan Roofman (2025) berhasil menampilkan sosok seorang Ibu yang kehilangan anaknya atas suatu tragedi dan menggugat posisi AI tersebut namun ragu-ragu.
Haley Lu Richardson yang sebelumnya bermain cantik di Five Feet Apart (2019) yang baru ditonjolkan setelah film berjalan lebih dari separuhnya yang dijadikan final act dengan penampilan yang cukup mengimbangi Rockwell walaupun ‘agak terlambat’.
Film Good Luck, Have Fun, Don’t Die (2025) jelas menempatkan Sam Rockwell sebagai ‘dirijen’ orkestra kekacauan lintas dimensi waktu dengan aktingnya yang meledak-ledak dan berubah menjadi tatapan kosong yang sosoknya mengingatkan kita pada aktor Matthew McConaughey. Film ini kelak berpotensi menjadi karya Gore Verbinski menjadi ‘Cult Movie’.
Nilai: 7.5/10 Bintang
review oleh: Teguh Firsianto (Instagram @wawingawit)