Penuh Aksi tanpa Plot Cerita yang Rumit
Gareth Evans dari sutradara The Raid: Redemption (2011) dan The Raid 2 (2014) akhirnya membuat film lagi setelah sibuk dengan series Gangs of London (entertaining good series), Havoc adalah film terbarunya sejak dia mensutradarai Apostle pada tahun 2018.
Film ini menceritakan tentang Walker (Tom Hardy) bruised detective yang sedang mencoba berjuang melawan kriminal dikotanya dengan caranya sendiri. Disaat itu ada transaksi narkoba gone wrong dikota itu, Walker tiba – tiba ditengah perang gang dan sindikat kejahatan, di saat sedang menyelamatkan putra calon walikota yang juga terlibat transaksi narkoba walker di kejar gangster dan polisi yang ternyata di dalam transaksi itu ada konspirasi mendalam membuat situasi jadi kacau.
Film ini mungkin seperti The Raid tapi sebenarnya hanya 25% dan film ini lebih gun to gun action moviedibandingkan hand to hand action seperti The Raid, karena film ini gun to gun sebagian orang menginginkan seperti karakter John Wick. Namun jawabanya film ini tidak seperti John Wick namun justru seperti ala filmsutradara John Woo atau film aksi asal Hong Kong tahun 80-90-an. Hujan peluru, penuh akrobatik saat menembak dan penuh teatrikal stand–off.
Apakah film ini yang cukup kental dengan adegan kekerasan? Kalau coba membandingkan dengan The Raid film yang sangat violent maka jawabannya sama. Penggemar hand to hand action jangan khawatir, karena film ini menyajikannya meski dengan porsi yang lebih sedikit. Walaupun film ini tidak 100% mulus action-nya penonton masih bisa menikmati setelah penonton tidak “sok” logika atas scene action–nya.
Tom Hardy sangat baik menjadi bruised cop di film ini, walupun dia tidak cepat dan lincah seperti Iko Uwais di The Raid. Namun karena dia ada latar belakang bela diri (brown belt BJJ) jadi tidak terlalu buruk saat melakukan action hand to hand, tapi Tom sangat baik dalam action gun to gun.
Tom Hardy sangat meyakinkan dan karismatik saat memegang senjata, dan dia sangat menjiwai dan mengeluarkan karismanya untuk menjadi flaw cop. Semua cast juga cukup baik, walaupun ada beberapa kurang meyakinkan saat melakukan action scene seperti Quelin Sepuveda dan Yeo Yann kurang berkharisma sebagai Big Bos Triad.
Selain Tom Hardy, aktor veteran seperti Timothy Olyphant, Luis Guzman, dan Forest Whittaker memberikan akting yang sangat baik di film ini. Mereka mengeluarkan seluruh kharismanya. Menunjukkan pengalamannya mereka sebagai aktor senior Hoyllwood.
Seperti saya bilang di atas film ini tidak 100% mulus, ada beberapa flaw mungkin penonton kurang menikmati. Salah satu flawnya adalah adegan kejar – kejaran awal film benar – benar pure CGI. Meski CGI agak kasar kalau saya bisa menikmati karena seperti menonton cuplikan game-game aksi yang ngetop pada tahun era 2010-an.
Penuh dengan adegan aksi menjadi sajian utama film ini. Aksi brutal, berdarah-darah, serta koreo yang memanjakan mata bagi penyuka film action. Film ini tidak perlu musti rumit dengan alur cerita. Bagi anda yang tak ingin pusing dengan plot cerita, maka film ini bisa dinikmati dengan santai dengan sajian aksi yang bertubi-tubi. Meski konklusi konflik sedikit agak meh buat saya. Selamat menonton.
Nilai: 7/10 Bintang
review oleh: Reza Tri Kurnia Priandhani
Tayang: Netflix