Asal Film: Turkiye
Biopik Sang Legenda Sepakbola Turki Berdarah Yunani
Lefter adalah seorang pesepakbola Legenda bagi Timnas Turkiye dan juga Klub Fenerbache. Film ini mengisahkan perjalanan hidup Lefter sejak kecil yang menggemari sepakbola hingga dirinya menjadi legenda.
Kisah Lefter dibalut dengan perjuangan dirinya di lapangan hijau, kehidupan keluarganya, hingga hubungan cintanya. Terlebih Lefter cukup unik dari garis keturunannya. Dirinya mempunyai darah Yunani yang menjadi seorang pahlawan Turkiye di Timnas Sepakbola.
Sebagai catatan, Turkiye dan Yunani mempunyai sejarah panjang mengenai perselisihan mengenai Siprus. Lefter dan keluarganya mengalami ketika terjadi kerusuhan 1955 di Istanbul. Dirinya yang dianggap Rum terdampak dalam kerusuhan tersebut.
Hingga pada akhirnya, film ini mencoba memberikan sebuah film biopic penghargaan terhadap sosok Lefter. Seorang pahlawan di lapangan hijau yang mengharumkan Turkiye dan pesan persaudaraan terhadap konflik Yunani dan Turkiye yang masih terjadi hingga saat ini.
Sayangnya film ini hadir begitu datar meski mencoba dipadukan dengan sisi emosional yang tinggi. Hubungan Lefter dengan sang ayah tidak begitu dieksplorasi namun terlihat terlalu belerbihan dalam sisi dramatis.
Justru penggambaran Lefter yang mempunyai darah Yunani dengan memilih timnas Turkiye kurang diekplorasi dari sisi sejarah. Sehingga bagi penonton yang hanya menyukai biopik dan film Sport, tak akan begitu mengerti atas konflik politik yang coba dihadirkan.
Film ini juga kurang menggali bagaimana Lefter hidup ketika awal dunia sepakbola di Eropa mulai mencoba profesional dengan transfer pemain yang hingga saat ini menjadi industri. Penggambaran Lefter dari Fenerbache ke Fiorentina lalu ke Nice tidak digambarkan detil untuk menambah bumbu film.
Secara keseluruhan film ini cukup menghibur dengan tema biopic dan sports. Drama yang dihadirkan cukup kental meski berjalan datar dan tak menyentuh sisi emosional. Film ini tak lebih hanya penghormatan kepada Sosok bernama lengkap Lefter Küçükandonyadis.
Nilai: 7/10
Review oleh: Jonathan Ricky
Tayang: Netflix