Timothee Chalamet yang Tak Terbendung
Marty Supreme (2025) adalah film bergenre drama-olahraga komedi karya sutradara Josh Safdie dengan pemeran utama Timothee Chalamet, Gwyneth Paltrow, Odessa A’zion, Kevin O’Leary, Tyler Okonma, Abel Ferrara dan Fran Drescher. Film ini didasari pada terjemahan bebas dari tokoh Marty Reisman, juara dunia tenis meja dari Amerika tahun 1958 dan 1960.
Safdie dan Chalamet juga duduk di kursi produser bersama dengan Ronald Bronstein dan Eli Bush, diproduksi oleh Central Pictures dengan distribusi oleh A24 Films. Film berdurasi 15 menit ini dirilis pada 25 Desember 2025 dengan bujet sebesar 60 – 70 juta US Dollar dan memperoleh pemasukan sebesar 152 juta US Dollar per 19 Februari 2026.
Film dimulai pada tahun 1952, seorang penjual sepatu bernama Marty Mauser (Timothee Chalamet) yang bekerja di toko milik sang paman benama Murray Norkin (Larry “Ratso” Sloman) yang juga menjadi seorang pemain tenis meja (pingpong). Marty memiliki ambisi bisa memenangkan pertandingan Tenis Meja Internasional “British Open”.
Bagitu ambisinya Marty untuk bisa ikut pertandingan tersebut membuat ia menolak posisi manajer di toko yang dikelola pamannya. Ibunda Marty, Rebecca Mauser (Fran Drescher) sangat berharap Marty bisa menurut pada pamannya yang dianggap sudah mapan dalam memiliki usaha toko sepatu tersebut.
Selain memiliki ambisi tinggi, Marty kerap melakukan affair dengan teman kecilnya Rachel Mizler (Odessa A’zion) dan seorang aktris sosialita kaya bernama Kay Stone (Gwyneth Paltrow). Untuk memenuhi ambisinya, Marty memaksa rekan satu toko, Lloyd (Ralph Colucci) untuk membuka brankas toko dan mengambil uang tunai 700 US Dollar untuk tiket pesawat dan akomodasi ke Inggris untuk mengikuti “British Open” yang ternyata membawa Marty ke berbagai petualangan yang rumit dan membahayakan.
Sejak 2023, Timothee Chalamet terus mencuri perhatian Hollywood. Diawali pada Interstellar (2014), bikin heboh di Call Me By Your Name (2017), mulai diperhitungkan pada Dune (2021), semakin kuat di Wonka (2023) dan Dune: Part Two (2024) dan akhirnya menjadi lirikan para juri Golden Globe di A Complete Unknown (2024) dan Marty Supreme (2025).
Pada Marty Supreme, bisa dikatakan bahwa Chalamet mendominasi layar dengan segala antusias dan ambisinya. Rasa sebal, kesal dan empati penonton berkecamuk dengan polah lagak tengilnya di Marty. Gwyneth Paltrow yang lebih dikenal oleh Gen-Z sebagai Pepper Pots di Franchise Avengers baru muncul lagi di film yang bertema serius di Marty Supreme ini, yang bahkan berani mengambil keputusan bermain dalam adegan intim dengan Chalamet yang disebutnya sebagai ‘tantangan besar’.
Odessa A’zion yang sebelumnya dikenal di Until Dawn (2025) cukup bisa menjadi pengimbang Chalamet walau dengan kapasitas terbatas. Yang menarik adalah kehadiran Fran Drescher yang dikenal sebagai legenda film serial The Nanny (1993 – 1999) yang berakting serius sebagai ibu dari Marty.
Sutradara Josh Safdie yang sebelumnya pernah menggebrak dengan Uncut Gems (2019) yang mengubah performa Adam Sandler yang dikenal konyol menjadi karakter ironis dan tragis, yang menyutradarai bersama saudaranya Benny Safdie kali ini berdiri sendiri dengan menduduki kursi produser bersama dengan Chalamet.
Marty Supreme (2025) yang menjadi salah satu unggulan nominasi Film Terbaik mampu bertutur dengan cepat dan lugas dengan berbagai ironi, komedi dan tragedinya. Kolaborasi unggul Chalamet – Safdie bukan tidak mungkin membuat film ini memenangkan Oscar pada 2026 kelak.
Nilai: 8/10 Bintang
review oleh: Teguh Firsianto (Instagram @wawingawit)