Kisah Na Willa … Na Willa Berkisah
Setelah sukses dengan Jumbo, Sutradara Ryan Adriandhy dan Visinema kembali memberikan tontonan keluarga. Kali ini bukanlah animasi. Kisah yang diangkat dari Novel berjudul Na Willa: Serial Catatan Kemarin karya dari penulis Reda Gaudiamo.
Bersetting era tahun 60-an Na Willa kecil tumbuh dengan ceria. Ditemani teman seumurannya, ada Farida yang tak bisa berkata “r”, Dul yang pede dengan peta jalan melewati perlintasan kereta, hingga Bud yang seringkali masih meler hidungnya.
Di rumah Na Willa ditemani oleh Mak dan Mbok sang Asisten Rumah Tangga. Sementara Pak mencari nafkah sebagai pelaut.
Na Willa yang menggemaskan, bawel, kadang berulah saat masa pertumbuhannya. Mak tak bosan menjelaskan apapun yang ditanya Na Willa. Mbok kadang kewalahan dengan tingkah Na Willa, hingga keseruan Na Willa dan para genk teman-temannya. Maka, Dunia Na Willa berjalan selama 118 menit.
Na Willa hadir sebagai tontonan keluarga yang bermutu dan segar lewat genre keluarga dan anak-anak. Gambar yang teduh serta penggambaran gang rumah Na Willa di Krambangan tersaji apik dan memanjakan mata.
Pasar Krambangan seperti memberikan nostalgia landskap Pasar Rakyat pada era sebelum Mall masuk dalam kehidupan masyarakat.
Film Na Willa hadir tidak hanya berkisah untuk anak-anak yang menonton. Namun juga sebagai tontonan bagi para orang tua yang menikmati versi dalam mengasuh dan membimbing anak usia Na Willa dalam film ini.
Penggunaan dialog bahasa formal justru menjadikan nilai lebih dari film ini. Bahasa formal yang rasa-rasanya makin ditinggalkan oleh kita sebagai anak bangsa. Sementara era 60-an dan transisi ke era Orde Baru (menurut persepsi saya), cukup baik digambarkan lewat satu adegan kecil mengenai rasisme yang terjadi di jaman tersebut.
Secara keseluruhan, Na Willa hadir sebagai tontonan hangat dan teduh untuk keluarga. Kisah Na Willa berjalan sepanjang film dengan sinematografi hangat di mata. Na Willa berkisah dari kaca-matanya sebagai anak-anak pada umumnya. Selamat Menonton.
Skor: 8/10 Bintang
review oleh: John Tirayoh