Nilai: 7.5/10
Kisah Dibalik Pengadilan Petinggi NAZI
“Aku tidak menyesali peperangan ini. Aku hanya menyesal bahwa kami kalah.”
Bagi kamu yang menyukai film sejarah, terutama yang berkaitan dengan perang dunia ke-2 di Eropa, tentunya Nuremberg bisa menjadi film tontonan yang dipilih. Namun, Nuremberg bukanlah sebuah film aksi layaknya Saving Private Ryan. Adegan tembak-menembak hampir tak ada dalam film ini.
Film ini justru mengisahkan bagaimana setelah para petinggi Jerman yang masih hidup dan tertangkap coba diadili. Salah satunya tentu Hermann Goering. Kepala Staf AU Angkatan bersenjata Jerman yang tertangkap. Tak hanya itu, Hermann juga merupakan orang nomor dua setelah Hitler.
Film ini berkutat pada 3 kisah. Pertama adalah kisah utama Douglas Kelley sebagai Psikiater yang ditugaskan untuk melihat dan memantau kondisi para petinggi Jerman yang ditangkap dan fokusnya adalah Hermann Goering. Fokus kedua adalah pada diri Robert H. Jackson yang ditugaskan untuk menjadi penuntut umum mengadili para pemimpin Nazi.
Sementara fokus ketiga adalah bagaimana situasi yang terjadi dari penjara khusus yang disiapkan. Ini menjadi peran Kolonel Burton Andrus yang bisa dibilang sipir penjara selama para petinggi Nazi ini akan diadili serta tugasnya memastikan selama proses penahanan dan pengadilan jangan sampai ada yang bunuh diri. Hal yang lumrah saat itu, banyak petinggi Nazi yang mencoba bunuh diri mengikuti jejak Adolf Hitler.
Persiapan dan Sidang Nuremberg
Berjudul Nuremberg karena menjadi acuan bahwa sidang para petinggi Nazi tersebut yang bersejarah dilakukan di Kota Nuremberg Jerman.Â
Sebagai informasi, bahwa persidangan terhadap para petinggi Nazi ini cukup unik. Karena ini adalah persidangan pertama Internasional yang melibatkan banyak negara pemenang perang untuk mengadili.
Menariknya dan menjadi satu kelebihan film ini adalah pengadilan dan suasana penjara yang coba digambarkan oleh sutradara James Vanderbilt. Bagi penyuka sejarah, tentu tahu apa itu pengadilan Nuremberg. Namun, banyak tak terdokumentasi kepada umum suasana pengadilan dan juga bagaimana kondisi penjara bagi para gembong NAZI yang akan diadili.
Menu Utama
Namun menu utama film ini adalah bagaimana Douglas Kelley yang menjalani tugasnya untuk melakukan interaksi kepada Hermann Goering sampai persidangan (bahkan sampai putusan pengadilan)
Sedari awal adegan antara Kelley dan Goering coba dibuat semenarik mungkin kepada penonton. Bagaimana pergulatan Goering dari kaca-mata pemimpin Jerman dan juga Kelley sebagai seorang Psikiater yang harus bertanggung-jawab atas para tahanan khususnya Goering.
Rami Malek dan Russel Crowe berperan sangat baik dalam peran yang dilakukan. Meski juga tak bisa dikatakan istimewa. Tanpa melupakan peranh Michael Shannon, John Slattery dan juga peran pendukung dari aktor Leo Woodall yang cukup baik menjadi translator bahasa.
Kelebihan film ini adalah akurasi sejarah yang cukup baik meski polesan dramatis ala Hollywood terasa kentara. Meski alur agak lambat, namun bisa dibilang tak membosankan bagi para penyuka film sejarah.
Sayangnya, film ini berjudul Nuremberg namun sangat bergantung pada sosok Herman Goering dari banyaknya tokoh NAZI yang diadili. Adegan dengan para tokoh NAZI lainnya seperti hanya pelengkap saja.
Padahal sebagai sebuah catatan sejarah, pengadilan Nuremberg kala itu juga heboh dengan gaya dan akal Albert Speer yang berhasil lolos dari tiang gantungan. Namun, kisah itu sama-sekali tak diangkat selama film ini berdurasi 148 Menit.
Secara keseluruhan, Hollywood yang makin berkurang membuat film sejarah, maka Nuremberg menjadi angina segar bagi penyuka genre ini. Paling tidak, meski ini film dan unsur dramatisasi juga ada, namun film ini menjadi seperti sebuah documenter bagaimana sikap dan pilihan Herman Goering dalam tahanan dan persidangan.
Nilai: 7.5/10 Bintang
review oleh: John Tirayoh
Produksi & Distribusi: Sony Pictures Classics
Sutradara & Penulis Skenario: James Vanderbilt
Berdasarkan Buku/Artikel: The Nazi and the Pscyhiatrist
Pemeran: Rami Malek, Russel Crowe, Michal Shannon, Leo Woodall, John Slattery, Mark O’Brian, Colin Hanks, Wren Schmidt, Lydia Peckam, Richad E. Grant, Lotte Verbeek, Andreas Pietschmann, Steven Pacey
Genre: Drama, Thriller, Sejarah, Biopik | Durasi: 2 Jam 28 Menit | Klasifikasi Penonton: Remaja – Dewasa
Tayang: KlikFilm