Pahlawan yang Tak Mencari Pengakuan
Nicholas Winton warga Inggris mempunyai kehidupan yang nyaman-nyaman saja. Namun hatinya terketuk ketika ketika Nazi mulai mencaplok Cekoslowakia. Inggris dan Prancis tak berbuat apa-apa ketika itu terjadi.
Nicholas terkejut melihat kondisi mengerikan para pengungsi, sebagian besar adalah keluarga Yahudi yang melarikan diri dari ancaman Nazi di Jerman dan Austria. Tanpa piker Panjang, Nicholas berupaya menyelamatkan anak-anak tersebut.
Upaya penyelamatan ini melibatkan tantangan birokrasi yang sangat besar, mencari dana, mendapatkan visa masuk Inggris untuk setiap anak, hinggamencari keluarga angkat yang bersedia menampung. Winton berhasil menyelamatkan 669 anak sebelum Perang Dunia II meletus dan perbatasan ditutup.
Lima puluh tahun kemudian, Nicholas Winton yang kini sudah berusia lanjut, dihantui oleh rasa bersalah dan kesedihan karena memikirkan anak-anak yang tidak berhasil diselamatkan. Kereta terakhir yang membawa lebih dari 250 anak terhenti karena invasi Nazi.
One Life bukan sekadar film sejarah. Film ini renungan mendalam tentang waktu, penyesalan, dan kebaikan yang tidak mencari pengakuan. Anthony Hopkins tampil luar biasa, menghadirkan ketenangan dan luka batin seorang pria yang dihantui pertanyaan, “Apakah aku sudah menyelamatkan cukup banyak orang?”
Film ini bergerak pelan tapi penuh emosi, mengajak penonton menyelami dua garis waktu. Masa muda penuh idealisme dan masa tua yang sarat refleksi. Secara keseluruhan, One Life adalah sebuah film yang penting dan sangat mengharukan. Ini adalah penghormatan yang layak bagi seorang pahlawan sejati.
Jika Anda menyukai drama sejarah berdasarkan kisah nyata yang menitikberatkan pada kemanusiaan, keberanian, dan dampak yang dapat diciptakan oleh satu orang, film ini sangat direkomendasikan.
Nilai: 7.5/10
review oleh: John Tirayoh