Biopik Diplomat Humanis Untuk Perdamaian Dunia
Reputasi Sergio sebagai negosiator ulung di beberapa negara yang PBB turun tangan. Digambarkan salah-satunya, Saat jajak pendapat di Timor Leste ketika PBB menjadi wasit untuk Indonesia dan Timor Leste untuk jajak pendapat. Puncaknya Sergio menjadi utusan khusus PBB untuk Irak, setelah negeri 1001 malam itu diinvasi oleh AS.
Tak hanya kepiawaian Sergio dalam diplomasi, namun juga mengeksplorasi sisi personal Sergio. Hubungannya dengan Carolina. Serta juga menggambarkan konflik batin antara idealismenya dengan realitas keras dunia diplomasi.
Tragedi memuncak pada 19 Agustus 2003, ketika bom bunuh diri meledak di Hotel Canal, markas PBB di Baghdad dan Sergio terjebak di bawah reruntuhan. Lalu film membawa kilas balik perjalanan hidupnya. Dari misi-misi bersejarah hingga cinta dan keyakinannya akan perdamaian. Sergio merupakan salah satu diplomat paling humanis dalam sejarah modern.
Sergio bukan hanya kisah tentang diplomasi atau tragedi politik, tapi potret seorang pria yang hidup di persimpangan antara idealismenya akan perdamaian dan realitas keras dunia internasional. Film ini menggali sisi kemanusiaan Sergio Vieira de Mello, diplomat PBB yang dikenal karena dedikasinya di berbagai zona konflik dunia.
Tragedi bom di markas PBB Baghdad menjadi titik balik yang menghadirkan ketegangan, sekaligus membuka kilas balik misi-misi pentingnya di Kamboja dan Timor Leste.
Secara emosional, film ini berhasil menunjukkan bahwa di balik diplomasi tingkat tinggi ada seorang manusia yang rapuh dan berharap dunia bisa lebih damai. Film ini menyentuh karena menggabungkan drama politik, biografi, dan sisi personal yang jarang terlihat di layar lebar.
Film ini ingin memberikan pesan empati terhadap sosok Sergio. Mengingatkan bahwa perjuangan untuk perdamaian seringkali dibayar mahal, bahkan dengan nyawa. Sergio bukan sekadar biografi seorang diplomat, tapi refleksi tentang idealisme, cinta, dan pengorbanan di dunia lewat jalur diplomasi.
Nilai: 7/10
review oleh: John Tirayoh