Kisah Patriot yang Memilih Idealis di Era Digital
Film ini mengisahkan Edward Snowden sebagai seorang pemuda konservatif dan idealis yang termotivasi oleh patriotisme pasca 9/11 untuk mengabdi pada negaranya. Awalnya melalui Angkatan Darat namun mengalami cidera. Sehingga Snowden justru bekerja di dunia intelijen komputer CIA dan NSA, karena kecerdasan komputernya.
Snowden dengan cepat naik pangkat, bahkan bisa dibilang dengan kehidupan perekonomian yang nyaman. Tetapi seiring waktu, ia mulai menyaksikan dan terlibat dalam program pengawasan massal global yang dilakukan pemerintah AS terhadap warganya sendiri dan seluruh dunia, yang dianggapnya melanggar hak-hak privasi fundamental.
Snowden melihat bagaimana teknologi canggih disalah-gunakan untuk mengumpulkan data miliaran orang, jauh melampaui batas ancaman terorisme. Kepercayaannya kepada kekuasaan menjadi luntur karena menganggap apa yang dilakukan pemerintah tidak sepatutnya dalam melanggar privasi rakyat. Snowden mengambil langkah berani untuk berseberangan dengan Negaranya meski resiko kematian menghantuinya.
Sebagai biografi politik, film Snowden adalah karya yang provokatif dan berani. Menyajikan Edward Snowden sebagai pahlawan yang terasing. Film ini melukiskan Snowden sebagai martir etika dan patriot sejati yang menentang korupsi sistem. Sutradara Oliver Stone menghadirkan film ini seperti bom waktu. Tenang di permukaan, tapi penuh ketegangan moral di dalamnya.
Secara keseluruhan film ini berhasil menampilkan ketegangan suasana dari ruang server yang dingin hingga percakapan rahasia di hotel Hong Kong saat dirinya diburu. Setiap adegan dipenuhi beban etis tentang kebenaran, pengorbanan, dan kebebasan. Terlepas dari label “pengkhianat” yang diberikan oleh pemerintah, namun pengorbanan dan keberanian Snowden sangat luar biasa. Dirinya meyakini bahwa melindungi Konstitusi dan hak-hak warga negara lebih penting daripada melindungi rahasia negara.
Nilai: 7.5/10
review oleh: John Tirayoh