Tak Menyerah Dengan Keadaan
Film ini merupakan perjalanan hidup dari Onggi Winata/ A Chun. Lahir dan besar di Tarakan, Kalimantan Timur. Berasal dari keluarga etnis Tionghoa, Onggi bersama keluarga hidup yang tak mewah.
Bahkan kondisi perekonomian keluarganya sangat pas-pasan. Hal tersebut membuat Onggi ingin merubah keadaan. Bagi dirinya, pasrah bukanlah jawaban atas keadaan.
Onggi memilih untuk menimba ilmu di bangku kuliah dengan merantau ke Surabaya. Bahkan digambarkan hingga sampai Onggi lulus kuliah dan bekerja setelah lulus.
Hingga sampai dirinya menemukan jodoh, dirinya masih berjuang untuk menjadi sukses. Hingga di akhir, Onggi musti ke Jakarta tanpa mengenal kata menyerah untuk meraih impian.
Tidak ada tokoh antagonis untuk menjadi lawan Onggi dalam film ini. Peran antagonis ditampilkan dengan kesialan dan berkali-kali dirinya musti jatuh bangun untuk merubah keadaan yang sulit.
Kisah Kesulitan Onggi dan usahanya yang tak mengenal menyerah, digambarkan sejak dirinya kuliah, bekerja setelah lulus, hingga sudah menikah. Dari berdagang buah, jualan jagung bakar, jualan sambel keliling, menjual tikar, hingga berusaha bisnis kerupuk.
Selain perjuangan Onggi tersaji sebagai menu utama, Keharmonisan dan juga saling menjaga digambarkan dengan menyentuh. Ayah Onggi mungkin bukanlah yang sukses secara materi. Tapi sang ayah berhasil mendidik dengan baik Onggi beserta saudara kandungnya agar saling menjaga dan melindungi.
Dalam satu adegan sang ayah berkata dengan kata-kata menyentuh. ”Yang membuat keluarga kita bertahan, satu gak makan. semua ga makan. satu makan, semua makan.” Sebuah pesan dari sang Ayah untuk tak egois dan saling menjaga dalam keluarga.
Fajar Nugros yang merangkap sutradara dan penulis skenario berusaha menampilkan drama ringan untuk menampilkan biopik Onggi Winata. Meski ringan, namun beberapa adegan justru sangat menyentuh dan mengetuk hati kita.
Balutan komedi tersaji ketika Onggi ditemani oleh beberapa teman kost yang kondisi ekonomi juga terhimpit. Adegan-adegan yang didukung oleh para aktor jebolan stand-up comedy ini, membuat film ini terasa segar.
Secara keseluruhan, film ini dengan alur drama ringan memberi pesan agar tak menyerah dengan keadaan. Kisah Onggi dibangun dengan semangat tak pernah lelah berjuang untuk kehidupan yang lebih baik.
Sikap nasionalisme dan semangat kebhinekaan juga apik digambarkan. Kisah nyata yang terjadi di era Orde-Baru ini mampu memberikan suasana yang sesuai dengan perjalanan hidup Onggi Winata/ A Chun.
Nilai: 7.5/10
review oleh: Aris Kurniawan