Anak yang Menolak Menyerah Pada Nasib
Film ini mengisahkan perjuangan seorang bocah untuk mengubah keadaan. Terlebih di Afrika yang kehidupan seakan begitu sulit. Kemiskinan seolah menjadi hal yang lumrah. Termasuk di sebuah desa kecil di Malawi, Afrika. Kemiskinan dan kelaparan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Di tengah kesulitan itu, seorang remaja bernama William Kamkwamba percaya akan ilmu pengetahuan untuk maju dan tak pasrah dengan keadaan. Ketika kekeringan melanda dan membuat panen gagal total, William tidak menyerah akan nasib keluarga dan lading garapan sang ayah.
Meski dikeluarkan dari sekolah karena tak mampu membayar biaya, Ia mempelajari buku-buku bekas di perpustakaan dan menemukan ide sederhana namun brilian. Dirinya ingin membangun kincir angin dari barang-barang rongsokan untuk menghasilkan listrik dan memompa air demi menyelamatkan desanya dari kelaparan.
Film ini ringan namun mampu menyentuh hati. Tidak dengan ledakan atau aksi spektakuler, melainkan dengan kekuatan harapan di tengah keputusasaan. William membuktikan bahwa ilmu pengetahuan bisa menjadi senjata melawan takdir.
Film ini tak sekedar bercerita tentang kincir angin yang menyelamatkan sebuah desa. William adalah potret keteguhan seorang anak yang memperjuangkan keluarga yang terhimpit kesulitan dan masyarakat yang hampir menyerah pada kelaparan.
Setiap adegan memadukan ketegangan emosional dengan kehangatan hubungan manusia. Ayah yang keras dan kolot, ibu yang penuh kasih, dan anak yang berani bermimpi di tengah keterbatasan.
Film ini berhasil menghadirkan realitas pedesaan Afrika dengan keindahan visual sekaligus kepedihan. The Boy Who Harnessed the Wind bukan hanya kisah inspiratif, tetapi juga pengingat bahwa bahkan di tempat paling terpencil, sebuah mimpi kecil bisa menggerakkan dunia.
Nilai: 7/10

Ulasan film oleh: Jonathan Ricky


Tayang Netflix