Petarung Tangguh yang juga Manusia Biasa
engisahkan perjalanan hidup Mark Kerr yang merupakan petarung Mixed Martial Arts (MMA) legendaris di era 1990-an di era awal-awal UFC. Dijuluki The Smashing Machine karena kekuatan dan dominasinya di atas ring, Kerr selalu menunjukan ketangguhannya di atas ring.
Namun, di balik tubuh baja dan kemenangan beruntun itu, tersembunyi kisah kelam tentang tekanan, kecanduan, dan pergulatan batin seorang manusia yang kehilangan arah, serta drama hidup antara Mark dan Dawn yang merupakan pasangan hidupnya.
Secara dramatis, film ini menawarkan pandangan yang lebih gelap dan jujur terhadap kehidupan seorang atlet, jauh dari klise film olahraga pada umumnya dengan mengambil pendekatan yang cenderung realistis dan observasional. Alih-alih kisah kebangkitan yang heroik, fokus utama drama ini terletak pada sisi rapuh dan kehancuran diri Mark Kerr, bukan hanya pada kejayaannya di atas ring.
Film ini menelusuri sisi manusiawi dari legenda Sport MMA yang terluka. Di tengah tekanan karier, cinta yang rapuh, dan tuntutan untuk selalu menang, Kerr mulai kehilangan jati dirinya. Ia bertarung bukan lagi untuk kemenangan, tapi untuk tetap merasa hidup, meski setiap pertarungan justru membunuh sedikit demi sedikit bagian dari dirinya.
Dwayne Johnson/The Rock tampil dengan prostetik dan tata rias yang meyakinkan untuk menyerupai Mike Kerr. Namun yang paling menonjol adalah kemampuannya menampilkan kerentanan di balik penampilan fisiknya yang macho. Ia dengan lembut dan artikulatif menampilkan kecemasan, kebingungan, dan seringkali putus asa dalam jiwa Kerr.
The Smashing Machine adalah potret kesuksesan dan kejatuhan seorang raksasa. Sebuah kisah nyata tentang bagaimana seorang pria yang mampu menghancurkan siapa pun di ring, ternyata tak mampu menaklukkan musuh terbesarnya sendiri, yaitu rasa sakit, ketakutan, dan kesepian yang ia sembunyikan di balik tubuh besinya.
Nilai: 8/10
review oleh: John Tirayoh