Nilai: 8.5/10
Suara Pilu Hind Rajab Kepada Dunia
“mereka menembaki aku…tolong jemput aku”
Saat pertama-kali diputar dalam Festival Film Internasional Venezia 2025, film ini mendapatkan 23 menit standing ovation dari penonton. Bahkan raut kesedihan dan empati terlihat dari wajah Joaquin Phoenix dan Roney Mara yang hadir saat itu.
Film ini mengisahkan bocah kecil berusia 5-6 tahun asal Palestina yang bernama lengkap Hind Rami Iyad Rajab yang melakukan komunikasi telepon dengan Pusat Panggilan Darurat Bulan Sabit Merah yang berada di Ramallah, Tepi Barat, Palestina.Â
Hind Rajab saat itu musti terperangkap dalam sebuah mobil saat invasi Pasukan Israel di Kota Tel Al-Hawa yang merupakan bagian dari daerah Gaza yang tengah perang pada 29 Januari 2024.Â

Ketika Omar dari Pusat Call Center Bulan Sabit Merah dapat berbicara dengan Hind Rajab yang lugu, polos, dan ketakutan meminta bantuan untuk dijemput karena terjebak bersama sanak saudaranya (Paman dan beberapa sepupunya) yang telah tewas dalam sebuah mobil.Â
Selama 3 Jam Omar, Rana, Nisreen terus berkomunikasi dengan Hind Rajab untuk bertahan sambil menunggu lampu hijau agar ambulans dapat menjemput. Sementara Amer yang merupakan Koordinator Bulan Sabit Merah berusaha menghubungi semua ororitas yang ada agar Ambulans bisa menjemput Hind Rajab di tengah wilayah tersebut.Â
Sambungan telepon itu menjadi narasi utama bagaimana Omar dan yang lainnya berusaha untuk menguatkan Hind Rajab agar bertahan sembari menunggu pertolongan.
The Voice of Hind Rajab adalah sebuah petaka kemanusiaan yang terjadi dalam perang Gaza ataupun disebut agresi Israel kepada rakyat tak bersalah di Gaza dalam perang. Hind Rajab menjadi suara yang harus didengar dunia, ketika keputusan politik membuat perang di Gaza terjadi.Â
Suara Hind Rajab yang lugu, polos, ketakutan, harusnya menjadi suara yang harusnya didengar dunia akan kejamnya Perang di Gaza.
Suara Hind Rajab harusnya menjadi refleksi bagi umat manusia dan bagi pemangku kebijakan yang memberikan keputusan untuk berperang.
Seharusnya Hind Rajab sedang bermain, sekolah, dan menikmati haknya bermain sebagai bocah kecil dalam melihat dunia. Hind Rajab tak seharusnya musti melihat peperangan dan terjebak dalam mobil untuk mendengar desingan peluru dan melihat Tank.
Secara sinematik, film yang dibesut oleh Kaouther Ben Hania ini tampil elegan, manusiawi, serta berhasil menampilkan drama apik selama proses hubungan telepon antara Hind Rajab dengan Call Center Bulan Sabit Merah.Â
Kelebihannya adalah, Kaouther Ben Hania memasukan suara asli Hind Rajab dalam dalam film agar penonton bisa mendengar suara yang menohok hati bagi penonton.
Kelebihan lainnya, adalah penggambaran situasi di Pusat Call Center Bulan Sabit yang musti mengikuti prosedur dalam penyelamatan yang membutuhkan banyak otorisasi yang ngejelimet agar Ambulans bisa menjemput Hind Rajab.

Dramatisasi dalam film tampil apik untuk menggambarkan suasana frustrasi Omar Cs dalam upaya menyelamatkan Hind Rajab. Dramatisasi konflik Omar dan Amer tak berlebihan digambarkan dalam film ini. Justru menggambarkan situasi genting yang tiap menitnya dalam upaya menyelamatkan manusia.
Secara keseluruhan Film The Voice of Hind Rajab tampil apa adanya tanpa embel-embel musti menggurui dan mengarahkan penonton. Film ini menjadi sebuah pesan kemanusiaan dan juga pengingat akan jahatnya sebuah perang.
Suara Hind Rajab menjadi pengingat bagi kita semua. Suara Hind Rajab tak boleh terkubur. Suaranya musti selalu kita dengar untuk membangun dunia ini lebih baik agar tak ada lagi kisah terulang seperti Hind Rajab.
review oleh: John Tirayoh
Film ini Tayang di layanan aplikasi streaming Klikfilm
Produksi:Â Mime Films, Tanit Films, Film4, MBC Studios, Watermelon Pictures, Plan B Entertainment, Sunnyland Film
Sutradara & Penulis Skenario:Â Kaouther Ben HaniaÂ
Pemeran:Â Saja Kilani, Motaz Malhees, Amer Hlehel, Clara Khoury, Nesbat Serhan, Ramy Brahem
Genre: Drama, Kisah Nyata | Durasi: 1 Jam 29 MenitÂ
Bahasa: Arab | Asal Film: Tunisia
Klasifikasi Penonton:Â Remaja-Dewasa