Sang Kadet US Ranger Melawan (Robot) Alien
Bagaimana rasanya jika satu pasukan kecil yang masih berupa calon prajurit (khusus) tiba-tiba dihadapkan pada suatu kondisi genting antara hidup dan mati ? Demikian yang terjadi pada kisah film War Machine (2026) garapan sutradara Patrick Hughes yang juga bertindak sebagai penulis skenario dan produser. Dibintangi Alan Ritchson, Stephan James, Dennis Quaid, Esai Morales dan Jai Courtney.
Produksi oleh Lionsgate, Hidden Picture, Huge Films, Range Media Partners dan Emu Creek Pictures. Distribusi oleh Netflix (wilayah AS) dan Roadshow Films (wilayah Australia). Film berdurasi 107 menit ini dirilis pada 06 Maret 2026
Seorang prajurit tangguh yang memiliki trauma masa lalu akibat kehilangan adiknya dalam suatu tugas diluar negeri, berusaha memenuhi janjinya dengan bergabung ke pasukan Ranger AS dan diberi nama panggilan 81 (Alan Ritchson) di kamp pelatihan tersebut.
Kegigihan 81 di kamp petihan tersebut diragukan oleh Sersan Mayor Sheridan (Dennis Quaid) dan Perwira Muda Torres (Esai Morales) Satu persatu peserta pelatihan pasukan khusus tersebut dipulangkan karena gagal, hingga tersisa 81 dan beberapa rekan kadet lain harus menempuh ujian akhir sebelum menerima tanda pangkat kelulusan Army Ranger.
Rencana awal pasukan kecil yang ditempatkan di hutan untuk ditempa pelatihan akhir menjelma menjadi mimpi buruk saat sasaran yang dituju ternyata tidak sesuai dengan kenyataan akibat kehadiran entitas asing yang memporak-porandakan pasukan kadet tersebut. Maka 81 dengan anggota kadet Ranger yang tersisa berusaha untuk kembali ke Markas dengan menempuh segala bahaya hidup dan mati.
Alan Ritchon yang berperan sebagai 81 sebelumnya terkenal dengan serial Reacher (2022 – sekarang), sebelumnya di layarlebar yaitu Fast X (2023), The Ministry of Ungentlemanly Warfare (2024) dan Playdate (2025) di film ini masih membawa ‘aura’ Jack Reacher yang misterius dan tertutup.
Stephan James yang berperan sebagai 7, dikenal dengan Race (2016) sebagai Jesse Owen, atlit terkenal AS dan 21 Briges (2012) berakting bersama Alm. Chadwick Boseman cukup mengimbangi Ritchson walau tidak maksimal dalam ‘ekspresi’-nya. Aktor senior Dennis Quaid yang terkenal dengan filmnya The Day After Tomorrow (2004), Vantage Point (2008), dan Reagan (2024) tidak diberikan kesempatan untuk tampil lebih, nampak hanya tempelan bersama Esai Morales yang sebelumnya dikenal di Mission Impossible: Dead Reckoning Part One (2023) dan Mission Impossible: The Final Reckoning (2025). Dua aktor senior yang tidak ‘dimanfaatkan’ dengan maksimal.
Sutradara Patrick Hughes yang cukup sukses membesut The Expendables 3 (2014), The Hitman’s Bodyguard (2017) dan Hitman’s WIfe Bodyguard (2021) nampak ‘melemah’ dalam menggarap War Machine (2026) ini. Walaupun aksi laga survival dan CGI digarap cukup bagus, namun alur ceritanya lemah dengan beberapa lubang disana-sini.
Keluwesan Hughes nampak sangat berkurang ketimbang ketiga film sebelumnya. Jika diperhatikan baik-baik, film War Machine adalah kompilasi dari Lone Survivor (2013), Battleship (2012), Predator (1987). Pacific Rim (v. Kaiju) – (2013) dan Battle of Los Angeles (2011) yang mengalami modifikasi adaptasi bebas.
Bagi penggemar aksi laga sains fiksi, War Machine (2026) menjadi film hiburan yang bisa menggedor layar dengan pertempuran sengit antara pasukan kadet Army Ranger melawan robot alien dengan CGI yang cukup halus.
Namun bagi penggemar film, War Machine masih dibawah The Hitman’s Bodyguard. Nampaknya memang sebaiknya Patrick Hughes lebih fokus ke penyutradaraan ketimbang banyak tugas dalam satu pengerjaan (sutradara, produser, penulisa skenario dan pengatur laku).
Nilai: 5/10 Bintang
review oleh: Teguh Firsianto (Instagram @wawingawit)
Tayang: Netflix