Tragedi Napoleon. Kejayaan dan Kejatuhan.
Film ini mengisahkan Jendral termasyur dari Prancis bernama Napoleon Bonaparte yang hidup setelah revolusi Prancis. Napoleon dikenal jenius akan strategi perang dan mampu menaklukan Eropa, meski invasinya ke Rusia adalah kesalahan yang membuatnya musti turun tahta.
Dikisahkan setelah kejatuhan monarki, Prancis mengalami kemunduran sebagai salah satu bangsa besar di Eropa. Napoleon sedikit demi sedikit mampu membuat kembali Prancis Berjaya hingga sampai mampu menjadi ditakutkan dan menaklukan Eropa.
Kemenangan demi kemenangan menuntunnya ke singgasana kekaisaran. Napoleon menaklukkan bangsa-bangsa, mengguncang kerajaan-kerajaan Eropa, dan mengubah peta dunia dengan tangan besinya. Namun di balik baju zirah dan mahkota kebesaran itu, Napoleon adalah sosok lelaki yang rapuh di hadapan satu nama yaitu Josephine sang istri.
Sutradara Ridley Scott membingkai sejarah dengan skala megah untuk pertempuran Austerlitz, kesulitan menaklukan Rusia, hingga kembali ke Prancis dan bertempur di Waterloo sebagai akhir karirnya. Tapi di balik dentuman meriam, ada sunyi yang menjerit: betapa mahalnya harga kejayaan.
Sayangnya, sebagai sebuah film biografi, film ini justru kehilangan greget dari kehebatan Napoleon. Penggambaran Napoleon yang brilian menaklukan Eropa seolah tak terlihat dengan jelas. Begitu juga dengan penggambaran dramatis saat Napoleon kembali ke Prancis saat berhadapan dengan pasukan Prancis yang terlihat biasa saja. Meskipun hal tersebut adalah peristiwa penting dalam kehidupan Napoleon.
Secara keseluruhan Napoleon adalah film yang megah dengan akting memukau dari Joaquin Phoenix. Namun, sebagai sebuah film kolosal dan biografi, film ini terlihat sangat biasa dan juga bukan karya terbaik dari Ridley Scott yang begitu epik saat membuat Kingdom of Heaven dan Gladiator.
Nilai: 7/10
review oleh: John Tirayoh
Tayang: Apple TV