Joker Van Java
“Orang jahat adalah orang baik yang tersakiti.” Kalimat itu identik dengan Joker, karakter antagonis yang menyimpan luka di balik make up badutnya. Rasa sakit itu pula yang membuat Joker kerap bertindak di luar nalar.
Di sinema Indonesia, sosok macam itu disandang oleh Badut Gendong alias Darso dalam film arahan Charles Gozali, diperankan Marthino Lio. Darso tak sekadar figur kelam, tapi juga bakal menjadi bagian dari semesta Qodrat, hero nan religius. Bukan mustahil kelak mereka bertemu dalam proyek berikut.
Darso menyambung hidup sebagai pengamen keliling dengan kostum Badut Gendongnya di desa pelosok Jawa. Hidupnya hancur ketika Darsi, istrinya yang tengah hamil, tewas oleh preman jalanan. Dalam kondisi duka, Darso mudik dengan membawa jasad Darsi yang disembunyikan dalam boneka badutnya.
Tiba di kampung halaman, ia melihat desanya kacau akibat ulah pengembang. Situasi kian mencekam ketika seorang dukun (Barry Prima) melempar kutukan yang memicu amuk massa. Di tengah chaos itu, Darso terseret ke dalam kuasa gelap yang sumbernya entah dari mana.
Secara visual, Badut Gendong memang digarap serius. Desain topeng, atmosfer horor, sampai penggunaan CGI terasa dikerjakan dengan hati-hati. Hasilnya mengingatkan pada proyek superhero. Produser Linda Gozali bahkan mengaku proyeknya mengalami overbudget demi menjaga kualitas produksi.
Perkara adegan aksi pun bukan kaleng-kaleng. Koreografi laga ditangani Cecep Arif Rahman. Sementara Marthino Lio sendiri memang akrab dengan peran baku hantam macam di Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas atau Believe: The Ultimate Battle. Di sini aksinya terasa unik karena ia berlaga sambil tutup mata. Kok seperti kode buat proyek berikutnya: Si Buta dari Gua Hantu. Ah, kode banget nih.
Sebagai karakter, Badut Gendong memang punya kecenderungan sadis dan mudah mengambil nyawa orang. Namun namanya juga antihero, sosok yang lahir dari amarah orang kalah dan terzalimi. Kelak, jika semesta ceritanya benar-benar berkembang, mungkin hanya ada satu tokoh yang mampu menghadangnya: Qodrat.
Skor: 7/10
review oleh: Bobby Batara