Broken Home Boleh, Broken Dream Jangan.
Konflik orang tua dan anak memang bukan barang baru di sinema Indonesia. Namun Takkan Kubiarkan Kau Menangis menawarkan sudut pandang berbeda. Kisahnya mengikuti Dika, anak muda yang merasa selalu dipandang kureng di mata ibunya, sebelum akhirnya menemukan jalan ninja lewat musik.
Perjalanan Dika (Ari Irham) menjadi anak band bukan sekadar kisah meraih mimpi. Musik menjadi pelarian sekaligus ruang untuk menemukan jati diri. Dari sanalah ia perlahan memahami sosok ibunya, Dini (Shanty), dan ternyata caranya tak pernah ia bayangkan.
Saat hubungan mereka makin renggang, Dika bertemu Om Radit dan grup musiknya. Pertemuan itu menjadi titik balik yang membuatnya melihat kembali cinta sang ibu lewat sudut pandang lain. Di balik sikap keras Dini, ternyata ada kasih sayang yang tak pernah pudar
Naskah karya Imam Salimy dan Abhie Albahar cukup jeli menangkap masalah yang akrab di banyak keluarga: kasih sayang yang gagal tersampaikan karena komunikasi yang nggak nyambung. Tak ada tokoh yang sepenuhnya benar atau salah. Keduanya sama-sama terjebak dalam luka dan prasangka.
Sayangnya, konflik yang dibangun cukup meyakinkan sejak awal justru diselesaikan terlalu mudah. Ketegangan yang sempat hadir, mendadak cair begitu saja. Rekonsiliasinya tetap hangat, tetapi proses saling memahami terasa kurang sehingga penyelesaiannya terasa kurang nendang.
Sebagai debut film panjang, Ferly Halim menunjukkan kepekaan terhadap drama keluarga. Kehadiran cast berlatar anak band macam Shanty, Ariyo Wahab, Didi Riyadi, hingga Sandy Andarusman memberi warna dan membuat nuansa musikalnya terasa hidup.
Namun, arahan pemain masih menjadi PR buat Ferly. Chemistry antarpemain belum terasa konsisten, sementara ritme dialog kerap kehilangan “tektokan” yang dibutuhkan untuk menghidupkan konflik.
Akibatnya, sejumlah adegan emosional terasa datar. Padahal kekuatan film ini sangat bergantung pada kemampuan para pemain, agar penonton ikut larut dalam hubungan ibu dan anak yang retak itu.
Skor: 6.5/10 Bintang
review oleh: Bobby Batara