Kesetiaan dan Persaudaraan di Tengah Neraka Perang
The Covenant mengikuti kisah Sersan John Kinley, tentara Amerika yang ditugaskan di Afghanistan dan Ahmed, penerjemah lokal yang membantunya di medan perang. Saat patroli rutin yang dilakukan Kinley dan Pasukan AS berubah menjadi mimpi buruk ketika Taliban melakukan Penyergapan dan Kinley terluka cukup parah.
Ahmed menyelamatkan Kinley dari kematian dengan menyeret tubuhnya melintasi pegunungan selama berhari-hari. Ahmed menunjukkan kesetiaan yang luar biasa. Dia memikul tanggung jawab yang sangat besar, menyeret Kinley melalui medan yang ganas sejauh lebih dari 100 kilometer, sambil menghindari musuh yang memburu mereka tanpa henti.
Setelah berhasil membawa Kinley kembali ke pangkalan dengan selamat dan kembali ke Amerika Serikat. Namun, ia merasa hancur secara emosional dan dihantui rasa bersalah karena Ahmed dan keluarganya tidak kunjung mendapatkan visa AS seperti yang dijanjikan. Ahmed dan keluarganya ditinggalkan dalam bahaya karena diburu Taliban karena membantu Kinley.
The Covenant bukan sekadar film perang. Film ini adalah kisah tentang loyalitas, balas budi, dan rasa kemanusiaan di tengah kekacauan perang. Sutradara Guy Ritchie, yang biasanya dikenal lewat film aksi penuh gaya, kali ini menunjukkan sisi yang lebih tenang, emosional, dan menghantam nurani.
Film ini dibagi menjadi dua bagian yang sangat kontras. Babak pertama adalah thriller bertahan hidup yang intens, di mana Ahmed melakukan pengorbanan heroik yang senyap untuk menyelamatkan Kinley. Babak kedua adalah misi penyelamatan yang penuh ketegangan, di mana Kinley membalas budi dengan segala resiko menyelamatkan Ahmed dari kejaran Taliban. Transisi yang dramatis ini menunjukkan bahwa pahlawan sejati tidak selalu mengenakan seragam yang sama.
Nilai: 8/10
review oleh: John Tirayoh