Ketika Para Pembalap Rookie Memanaskan Persaingan F1
Memasuki Season ke 8, Formula 1: Drive to Survive mengokohkan diri sebagai dokudrama unggulan Netflix yang bahkan menjadi inspirasi dari film F1 (2026) dengan bintang Brad Pitt & Javier Bardemdengan cameo seluruh driver Formula 1 tahun 2024. Selalu ada cerita menarik di setiap season dimulai dari paddock, assembling unit ataupun perilaku Team Principal / CEO dan para driver Formula 1.
Dari total 20 driver Formula 1 yang bertarung, season 8 ini tidak semua driver dan konstruksi (kendaraan) yang dibahas seperti season sebelumnya. Sepertinya kali ini hanya yang memiliki ‘nilai entertain’ yang disorot publik yang fokus diwawancara atau disorot kamera.
Penayangan streaming Formula One: Drive to Survive Season 8, dibagi menjadi dua pemegang hak siar. Untuk Wilayah Amerika Serikat dipegang oleh Apple TV dan di luar Amerika Serikat dipegang oleh Netflix.
Season 8 diawali dengan masuknya 6 pembalap muda dari 20 pembalap sehingga pembalap senior menjadi 14 pembalap. 6 pembalap muda (rookies) tersebut adalah:
1) Andrea Kimi Antonelli dari negara Italia yang membalap untuk Mercedes (sebagai informasi kisah dari Andrea Kimi Antonelli mengisi posisi pembalap di Mercedes dibuat dokumenter tersendiri dengan judul The Seat)
2) Isack Hadjar dari negara Perancis yang membalap untuk Red Bull Racing
3) Oliver Bearman dari negara Inggris yang membalap untuk Haas
4) Liam Lawson dari negara New Zealand yang membalap untuk Racing Bulls
5) Gabriel Bartoleto dari negara Brazil yang membalap untuk Audi
6) Franco Colapinto dari negara Argentina yang membalap untuk Alpine
Masih menjadi pembicaraan tentang ramainya kepindahan Lewis Hamilton yang meninggalkan Mercedes pimpinan Toto Wolff ke Ferrari pimpinan Frederic Vasseur yang menjanjikan kendaraan yang lebih cepat dari Mercedes.Â
Mercedes yang kehilangan pembalap utamanya kemudian menempatkan George Russel dari Inggris menjadi pembalap utama dan merekrut Andrea Kimi Antonelli dari Italia yang baru berumur 19 tahun mejadi pembalap pendukung Russel, yang membuat pengamat meragukan keputusan Toto Wolff atas penempatan Antonelli.
Dengan susah payah akhirnya Antonelli bisa membuktikan bahwa ia bisa diandalkan menjadi pembalap andalan Mercedes hingga menjadi pembalap kedua Marcedes. Pada episode lainnya dikisahkan adanya persaingan di tim McLaren yaitu antara pembalap Lando Norris dengan Oscar Piastri.
Pada musim balap awal Lando Norris mengakami penurunan prestasi dan dikalahkan point-nya oleh Oscar Piastri yang baru bergabung dengan McLaren, hal ini membuat Zak Brown yang menjadi CEO McLarenlebih ‘memanjakan’ Piastri ketimbang Norris. Dengan segala keteguhan dan kerja kerasnya, akhirnya Lando Norris berhasil membuktikan bahwa dia yang lebih layak untuk menjadi pembalap utama di McLaren.
Yang cukup menyita perhatian adalah di “pecat” nya Christian Horner dari CEO Tim Red Bull dan digantikan oleh Laurent Mekies dengan alasan performa Yuki Tsunoda yang sama sekali tidak memberikan performa baik namun tetap dipertahankan di Tim Red Bull sementara Verstappen tetap melesat di posisi 3 besar diantara Norris dan Piastri.
Formula 1: Drive to Survive season 8 – 2026 ini tidak banyak menawarkan ketegangan layaknya season sebelumnya. Entah karena ada banyaknya pembalap baru yang masih berhati-hati dalam setiap perlombaan dan banyak terjadi benturan kecelakaan atau juga intrik yang ‘kurang terbangun’ antara Team Principal.
Tapi terus terang, dengan perginya Guenther Stainer dari Team Haas dan Christian Horner dari Team Red Bull, hanya tersisa Toto Wolff dari Team Mercedes yang masih dianggap ‘seru’. Semoga masih berlanjut di season 9 dengan kecepatan yang lebih riuh.
Nilai: 7.5/10 Bintang
Review Oleh: Teguh Firsianto (Instagram @wawingawit)