Tunggu Aku Stress Nanti
Lebaran identik dengan momen kumpul keluarga, mestinya sih hangat dan bikin bahagia. Kenyataan tak selalu begitu. Ada juga rasa gelisah yang menyelinap, seperti yang disodorkan sineas Naya Anindita dalam kisah dramanya, Tunggu Aku Sukses Nanti (TASN).
Ide cerita datang dari penulis skenario Evelyn Afnilia, tandem Naya di film Lebaran tahun lalu, Komang. Kepekaan Evelyn mampu merekam ironi Lebaran: di tengah tawa lepas, ada yang diam-diam sesak napas. Di balik cerita sukses, ada yang justru merasa mules.
Hal serupa juga dialami Arga (Ardit Erwandha), pemuda dari keluarga sederhana. Saat kecil, Lebaran terasa plong dan menyenangkan. Namun ketika lulus kuliah, suasana berubah. Pertanyaan-pertanyaan klasik datang menyerang: kapan kerja, kapan menikah dan seterusnya. Semua butuh jawaban, seolah esok langit runtuh.
Beruntung, Arga tak sendirian. Ia punya support system yang solid: keluarga inti yang utuh, sahabat setia, hingga kekasih yang coba memahami. Kehadiran mereka betul-betul jadi penyangga di tengah tekanan berat.
Kisah Arga terasa dekat karena memang banyak yang mengalaminya in real life. In this economy ya kan. Tanpa privilege, tanpa ordal, menembus dunia kerja alangkah tak mudah. Bahkan saat Arga dapat kerja, ada aja masalah. Belum lagi soal hubungan yang menuntut kepastian. Ah, kok rawiswis perkorone.
Di situlah kekuatan TASN: menangkap momentum Lebaran dengan lautan emosinya. Relate banget dengan masalah kita sehari-hari. Saking relatenya, film ini berpotensi akan dikenang saban pembahasan film Lebaran. So, ingat Lebaran, ingat Arga di TASN. Seperti halnya ingat Natal, ingat bocil Kevin McCallister di franchise Home Alone.
Sebagai sutradara, Naya cekatan menerjemahkan cerita. Ardit, yang berlatar komika, sukses disulap jadi aktor yang mampu menghidupkan emosi karakternya. Kisah pilu Arga terasa pilunya buat penonton. Tawanya Arga pun terasa jadi tawanya penonton.
Kejutan lain datang dari pilihan pemain. Secara mengejutkan, Naya memamerkan sense of humornya lewat deretan cameo. Kehadiran Tara Basro, Enzy Storia, Sheila Dara Aisha, bahkan aksi almarhum Vidi Aldiano menyuguhkan aura jenaka. Terutama ketika Vidi muncul, amat terasa dark comedynya.
8/10 Bintang
review oleh: Bobby Batara