Persahabatan dan Pengorbanan Dalam Balutan Fiksi SainĀ
Sebagai pembuka adegan Ryland Grace terbangun dari koma dan berada di dalam pesawat yang sudah berada di luar angkasa.
Tugasnya pergi ke Tau Ceti (Bintang tunggal di konsetelasi Cetus yang mirip matahari dan terdekat dari bumi berjarak 12 tahun cahaya). Perlahan-lahan alur berkisah flashback sewaktu Grace masih berada di bumi.
Grace seorang ilmuwan dengan keahliannya yang dicari oleh Eva Stratt pemimpin satuan tugas untuk menyelamati bumi dikarenakan penelitian awal menyebutkan ada organisme Astrophage yang membuat matahari dalam waktu dekat sekarat.
Efeknya Bumi akan sekarat dan diperkirakan matahari redup dalam waktu 30 tahun ke depan yang efeknya membuat kehidupan manusia di bumi akan punah. Disinilah peran Grace di Tau Ceti sangat penting. Dirinya musti menemukan solusi dari ilmu yang dimilikinya.
Ketika tak lama berselang, kehadiran Alien justru hadir mendekati kapal Grace. Dengan cukup menghabiskan durasi film, perkenalan Grace dengan sang alien menjadi kisah utama. Grace menamakan Rocky kepada sang Alien.
Sebagai perbandingan film ini terasa lebih ringan daripada Interstellar dengan literasi sains yang juga mumpuni. Film ini tidak dikemas untuk semenegangkan Gravity-nya Sandra Bullock namun tetap menarik dari akhir hingga awal. Penuturan flash-back Grace di luar angkasa dan sebelumnya di bumi tampil runut dan klimaks untuk menjelaskan kepada penonton narasi utama film ini.
Kembali membandingkan, Kesendirian Grace berbeda dengan kesendirian Matt Damon dalam film The Martian. Film ini mencoba memberikan nuansa komedi lebih segar kepada penonton agar betah mengikuti jelimetnya sains yang disuguhkan.
Nuansa haru dan emosional berhasil dibangun antara Grace dan Rocky dari awal hingga sampai di titik klimaks. Kisah Grace dan Rocky, seolah menjadi pesan perdamaian dalam situasi dunia yang di ambang perang dunia.
Secara keseluruhan, Project Hail Mary menjadi salah satu film fiksi sain yang cukup menghibur.
Skor: 8/10
review oleh: Jonathan Ricky