Pelayan Tuhan di tengah Realita Kehidupan Masyarakat
Setelah berkelana dalam beberapa Film Festival beberapa tahun lalu, akhirnya Yohanna bisa dinikmati secara regular di bioskop tanah air sejak 9 April 2026. Razka Robby Ertanto kembali mengambil kisah sosok suster pelayan Tuhan setelah sebelumnya juga pernah mewmbuat Ave Maryam (2018) lalu.
Suster Yohanna mengalami pegumulan keimanan, ketika dirinya yang telah menjadi suster memilih untuk melepaskannya. Namun, permintaannya tersebut, dibalas lembut dengan penugasan di sebuah daerah.
Suster Yohanna ditempatkan di sebuah daerah yang ternyata tak mudah bagi dirinya. Meski ingin menyalurkan bantuan gereja kepada korban bencana, namun Yohanna justru mendapati realitas kehidupan masyarakat yang sangat miris.
Mulai dari perjudian, eksploitasi terhadap pekerja anak, serta juga aparat penegak hukum yang mementingkan kepentingannya dilihat dan dialami oleh Yohanna.
Mengomentari film Yohanna, satu kelebihan adalah pemandangan yang indah di Pulau Sumba mampu memanjakan mata selama beberapa pengambilan gambar yang diperlihatkan.
Sayangnya, runutan kisah Yohanna dalam film ini terlihat tidak berjalan dengan begitu mulus. Pergulatan Yohanna akan keimanannya justru seperti bias dengan kejadian-kejadian yang dialami Yohanna semenjak bertugas menyalurkan bantuan untuk korban bencana.
Wara wiri Yohanna dalam menyelesaikan masalah seakan tak menjawab apa yang menjadi awal narasi pergumulan Yohanna. Selain itu, beberapa adegan juga rasa-rasanya terlihat agak kaku untuk dinikmati di layar.
Meskipun sentral utama adalah karakter Yohanna, namun tak membuat adegan-adegan berjalan mulus sebagai sebuah film drama yang menonjolkan sisi kemanusiaan.
Laura Basuki sebagai karakter utama nampaknya sudah maksimal dalam memerankan karakter Yohanna. Namun itu tidaklah cukup untuk membuat film ini terasa runut untuk diikuti dari awal hingga akhir.
Secara keseluruhan, film Yohanna sebenarnya mempunyai pesan yang baik dan juga cukup apik sebagai kesatuan cerita. Namun sayangnya eksekusi terlihat kurang runut untuk penonton dapat menikmati keseluruhan kisah sang suster Yohanna.
Nilai: 6.5/10
review oleh: John Tirayoh