Cliffhanger Theron
Sasha berpetualang ke Taman Nasional Wandarra di Australia dan pada saat singgah mengisi bahan bakar, penjaga toko mengingatkan untuk berhati-hati karena banyak orang hilang tanpa kejelasan di Taman Nasional tersebut.
Saat hendak melanjutkan perjalanan Sasha disarankan untuk ke Grand Isle Narrows untuk kayaking oleh seorang bernama Ben (Taron Egerton).
Saat kayaking menelusuri sungai, peralatan pendukung Sasha hilang dicuri orang. Ternyata itu adalah ulah Ben yang ternyata memburu Sasha untuk dijadikan korban ritual. Maka Sasha harus berjuang hidup mati mempertahankan diri dari kejaran Ben.
Sayangnya Sutradara Baltasar Kormakur nampaknya mulai berkurang dalam menggedor penikmat filmnya. Sejak The Oath (2016) hingga Touch (2024), trademark Kormakur menggarap film aksi laga menjadi bias dengan kisah yang kurang kuat.
Beruntung Lawrence Sher yang bertindak sebagai sinematografer mampu menangkap pesona “Apex” Australia dengan luar biasa. Syuting yang dilakukan di Blue Mountains, New South Wales, Australia benar-benar dieksplotasi keindahannya oleh Sher.
Charlize Teron layak diberikan pujian atas aksi laganya yang disebut banyak dilakukan sendiri dengan sedikit peran pengganti plus promo Theron yang memanjat tebing buatan di Times Square New York sambil misuh-misuh.
Justru Taron Egerton tampil kurang maksimal karena nampak ‘menduplikasi’ James McAvoy di Split (2016) dengan improvisasi versi dirinya sehingga orisinalitas sebagai penjahat menjadi kurang ‘menakutkan’.
Apex (2026) akan lebih bisa dinikmati keindahan ruang-ruang indah dan agung tentang dunia down under yang menakjubkan dan kegigihan Charlize Teron dalam melakukan adegan stunt. Selebihnya Kormakur hanya menempelkan kisah-kisah film lama yang disatukan. Film ini justru mengingatkan kita dengan prolog film Cliffhanger (1993) dan Vertical Limit (2000).
Skor: 5/10
review oleh: Teguh Firsianto