Neraka di Ramadi
Warfare merupakan kisah nyata dari pengalaman sang sutradara Ray Mendoza (duet penyutradaraan dengan Alex Garland) saat perang di Kota Ramadi, Irak.
Peristiwa terjadi pada 19 November 2006, saat pasukan elit Navy SEAL terjebak dan berusaha bertahan hingga bantuan datang. Selama 95 menit menggambarkan para pasukan Navy SEAL berusaha bertahan dari gempuran militant anti AS.
Pasukan Navy SEAL mendapatkan misi untuk melakukan pengintaian di wilayah musuh pada awalnya. Namun, situasi mendadak kacau ketika tempat pengintaian diketahui oleh lawan.
Plus bantuan udara yang menjadi kekuatan kuat tak mampu melindungi. Para musuh gencar mengepung dan pasukan Navy Seal musti bertahan sebisa-mungkin dari gempuran.
Film ini terlihat begitu realistis karena digarap oleh pelaku langsung yang terlibat dalam pertempuran 19 November 2006, yaitu Ray Mendoza. Warfare mampu menghindari klise heroic ala Hollywood yang biasanya menjadi bumbu.
Penggambaran realis militer lewat taktik, penggunaan senjata, serta tanpa musti tampil pahlawan berhasil digambarkan secara jujur dalam film ini. Penonton tidak musti menyaksikan adegan aksi heroik, namun justru diajak ikut merasakan ketegangan saat bertahan dari gempuran.
Sayangnya latar belakang kisah kurang digali, meski nampaknya lebih berfokus pada adegan pertempuran selama pasukan Navy SEAL bertahan.
Meski menghadirkan pertempuran yang realis, namun rasa-rasanya film ini berakhir begitu saja ketika berhasil dalam evakuasi.
Namun, secara keseluruhan film ini tampil realis dan cukup memuaskan dari intensitas pertempuran. Penggambaran pasukan Navy SEAL tampil apik bagi para penonton yang menyukai Film Black Hawk Down atau Film Outpost.
Film ini menambah kisah-kisah yang terjadi dalam Perang Irak Periode 2003-2011. Kali ini adalah neraka dari Pertempuran Ramadi pada tahun 2006.
Bintang 7.5/10
Review oleh: Jonathan Ricky