Peluit Kematian (Anak Muda) dari Aztec
Whistle (2025) merupakan film horor supranatural dengan sutradara Corin Hardy dan skenario oleh Owen Egerton. Dibintangi oleh Dafne Keen, Sophie Nelisse, Sky Yang, Percy Hynes White, dan Nick Frost. Diproduksi oleh No Trace Camping dan Wild Atlantic Pictures dengan distribusi oleh Black Bear Pictures. Whistle (2025) dirilis pada 6 Pebruari di AS.
Diawali dengan suatu pertandingan basket, dimana sang bintang basket bernama Mason ‘Horse’ Raymoremerasa ada makhluk halus yang mengikuti jalannya pertandingan. Benar saja, saat selesai pertandingan yang meraih kemenangan, Mason diserang oleh makhluk halus tinggi berwarna kehitaman yang membakar habis tubuhnya di shower stadion.
Tiga bulan kemudian, adalah Chrys Willet (Dafne Keen), murid SMA yang baru selesai menjalani rehabilitasi tinggal bersama sepupunya Rel Taylor (Sky Yang) yang bersekolah di SMA yang sama dimana terdapat seorang pembully berbaju agama bernama Noah Haggerty (Percy Hynes White).
Dalam suatu peristiwa, Chrys tanpa sengaja bertengkar dengan kelompok murid ekonomi menengah yang membuat Chrys, Rel dan beberapa murid disetrap di kelas khusus. Secara tiba-tiba, di loker milik Chrys muncullah artefak berupa ‘Peluit Kematian dari Aztec‘ yang berbentuk tengkorak manusia dari tanah liat berwarna hitam namun bisa ditiup dan saat ditiup mengeluarkan suara melengking tinggi memekakkan telinga.
Ternyata jika peluit Aztec tersebut ditiup, artinya memanggil arwah dari dunia lain untuk datang dan mencabut nyawa orang yang berada didekat peluit tersebut.
Pada saat ada di kelas khusus tersebut tanpa sengaja sang guru yang bernama Mr. Craven (Nick Frost) meniup peluit tersebut di kelas sehingga memanggil arwah yang mengincar murid di kelas tersebut, dimulai dengan membunuh Mr. Craven secara keji.
Dari situlah dimulai peristiwa-peristiwa kematian yang ganjil membuat jiwa Chrys dan teman-temannya terancam kematian.
Kali ini kembali sutradara yang menjadi ‘biang kerok’ dari film yang sehatusnya punya potensi alur cerita yang bagus namun menjadi terlalu biasa. Sebagai catatan, Corin Hardy sebelumnya sukses menggarap The Nun (2018).
Sementara Whistle (2025) ini digarap dengan style ala ‘Final Destination’ namun dengan kalimat-kalimat yang nanggung sehingga nampak seperti sutradara debutan. Belum lagi jenis hantu yang muncul atas ‘permintaan hadir’ dari peluit tersebut tidak menunjukkan hantu yang berhubungan dengan Aztec, malah cenderung hantu modern yang ‘pasif’ sehingga agak menggelikan.
Hasilnya menimbulkan efek tidak maksimal juga bagi Dafne Keen yang sejak awal kemunculannya di Logan (2017) hingga Deadpool & Wolverine (2024) selalu tampil prima, dimana di film ini nampak tanggung dan tidak total. Percy Hynes White yang sebelumnya dikenal Hollywood lewat serial Wednesday (2022) masih berakting cukup baik walau tidak mendapat cukup porsi.
Film Whistle (2025) bukanlah karya terbaik Corin Hardy dan hingga Pebruari 2026 ini, film horor yang berbobot barulah 28 Years Later: The Bone Temple (2026). Semoga minggu/bulan berikutnya bisa hadir cinema horor yang lebih baik lagi.
Skor: 5/10
review oleh: Teguh Firsianto