Film Dokumenter yang berjudul lengkap Pesta Babi: Kolonialisme di Jaman Kita, akhirnya resmi bisa dinikmati secara gratis di media youtube. Sebelumnya juga sebenarnya, film dokumenter ini dapat dinikmati gratis namun dengan cara pengajuan nobar untuk 10 orang dan akan dikirimkan film oleh para pembuat film dokumenter ini.
Beberapa waktu lalu, film dokumenter ini meski masih memakai pola Nobar dan diskusi namun ada pihak tidak bertanggung-jawab yang mengunggah di aplikasi youtube. Hingga akhirnya, pembuat film dokumenter ini mengungah secara resmi di Youtube sejak 22 Mei 2026 lalu.
Sebelum dapat ditonton gratis via aplikasi youtube, Nobar film dokumenter ini sempat beberapa kali mengalami pembungkaman seperti di Maluku Utara oleh pihak militer beberapa waktu lalu. Bahkan pihak rektorat di Universitas Mataram juga melarang untuk nobar film dokumenter ini di area Universitas.
Sinopsis Film Dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Jaman Kita
Film ini menyoroti potret pahit perjuangan masyarakat adat di wilayah Papua Selatan-terutama dari suku Marind, Yei, Awyu, dan Muyu-yang ruang hidupnya terancam oleh eksploitasi lahan skala besar.
Cerita dibuka dengan visualisasi upacara pesta babi (Atatbon), ritual adat masyarakat Suku Muyu, dan sekitarnya di Papua Selatan yang memperlihatkan eratnya hubungan spiritual dan sosial antara manusia, alam, leluhur. Namun, kedamaian tersebut berubah drastis ketika kapal-kapal besar mulai merapat, menurunkan ratusan ekskavator, alat berat, serta pengawalan aparat militer ke kampung mereka.
Kedatangan industrial ini merupakan bagian dari eksekusi Proyek Strategis Nasional (PSN) pemerintah, yang mencakup pembukaan jutaan hektar hutan ulayat demi proyek ketahanan pangan, tebu, sawit, biodiesel, hingga bioetanol. Melalui mata para tokoh lokal, seperti Yasinta Moisend dari suku Marind Anim, penonton diajak melihat bagaimana hutan adat perlahan digunduli dan berubah menjadi kawasan industri yang dijaga ketat.
Sumber berita, video, dan foto: Instagram Watchdog_insta
Sumber sinopsis: wikipedia