Drama Fantasi tentang Waktu dan Memaafkan Masa Lalu
Apa yang akan kamu lakukan ketika mendapat kesempatan mengulang hidupmu hingga berkali-kali? Yang paling mungkin kamu akan mengubah keputusan-keputusanmu yang keliru di masa lalu guna memperbaiki masa depanmu. Tetapi sayangnya kesempatan ini hanya dapat terjadi di dunia fiksi fantasi. Film ”Sore: Istri dari Masa Depan” (SIdMD) menawarkan itu: drama fantasi.
Dengan mengambil lokasi jauh di Kroasia, sebuah negara di Eropa timur, film ketiga garapan Yandy Laurens ini bukan sekadar menyodorkan gambar-gambar indah dengan alur kisah percintaan sepasang kekasih nan romantis. Film SIdMD adalah juga sebuah pertanyaan besar tentang waktu, tentang bagaimana seseorang seharusnya memberi makna pada hidupnya dengan cara memaafkan masa lalu untuk kebaikan di masa depan, dengan tokoh-tokoh yang berasal dari kelas menengah ke atas.
Film dibuka dengan pemandangan lansekap pertemuan hamparan samudera beku dan kaki langit yang sama-sama kelabu. Tampak sebuah kapal di kejauhan, kamera bergerak dari geladak kapal. Lalu diperlihatkan Jonathan (Dion Wiyoko) sang tokoh utama, terbangun dari tidur di kamarnya di lambung kapal. Jonathan adalah seorang fotografer, dia di berada di Kroasia untuk sebuah pameran dan keperluan yang berkaitan dengan profesinya, serta satu hal penting lainnya yang menjadi alasan kuat bagi Jonathan terdampar di negara pecahan Yugoslavia di Semenanjung Balkan.
Suatu waktu (entah pagi entah sore), Jonathan terbangun dari tidurnya yang lelap dan mendapati seorang perempuan bernama Sore (Sheila Dara) di dalam kamarnya. Sore mengaku dirinya adalah istri Jonathan yang datang dari masa depan untuk mengubah hidup Jonathan menjadi lebih baik. Persis di titik inilah konflik film ini bergulir. Sore bersikeras untuk mengubah masa depan Jonathan dengan cara membuat aturan yang harus diikuti Jonathan, mulai dari membuang kebiasaan buruk seperti merokok, minum alkohol, dan membiasakan olahraga dengan disiplin.
Dari konflik inilah kemudian kisah secara berangsur menguak masa lalu Jonathan yang mempunyai hubungan buruk dan penuh luka dengan ayahnya, Seno (Mathias Muchus). Seno meninggalkan Jonathan dan ibunya demi wanita lain saat Jonathan baru berusia empat tahun. Alur kisah mengalun dengan indah dan kadang lambat yang mengingatkan kepada film-film arthouse Eropa, percakapan-percakapan yang sangat puitis tanpa berupaya menjadi romantis. Pada lima belas menit pertama film ini hampir membosankan terutama bagi yang Hollywood minded.
Tetapi selepas itu kita segera terhanyut bukan hanya oleh keindahan lansekap semenanjung Balkan yang ditampilkan dengan porsi yang pas dan jauh dari kesan turistik, bangunan-bangunan lawas, rumah-rumah art deco, butik, kafe-kafe yang terbuka, tapi juga percakapan, akting pemain, dan tentunya cerita yang dengan gampang menyentuh kedalaman kalbu penonton kebanyakan. Berkat aktingnya di film ini Dion Wiyoko mendapat Nominasi Pemain Utama Pria Terbaik, dan Sheila Dara memenangi Piala Citra untuk Pemain Utama Wanita Terbaik Festival Film Indonesia 2026.
Film ini tidak sekadar mengambil lokasi di Kroasia tapi juga melibatkan pemain lokal yang bermain dengan amat baik sesuai kebutuhan cerita. Tidak mengherankan film bertema time loop ini sukses mengumpulkan tiga juta penonton lebih , dan menjadi film Indonesia terlaris kelima tahun 2025. Di Indonesia masih sedikit bahkan mungkin belum ada film bertema time loop yang sukses. Sebelum film ini, film bertema time loop yang cukup menarik yang saya tonton adalah “Kembang Api” karya Herwin Novianto.
Dalam film “Kembang Api”, time loop yang dialami tokoh-tokohnya menjadi instrumen untuk menguak dan memperbaiki keputusan-keputusan yang keliru di masa lalu. Begitu juga dalam SIdMD. Kejadian dan waktu yang berulang dalam hidup mereka menyelamatkan mereka dari bencana. Tetapi karya Yandy lebih berhasil. Lansekap semenanjung Balkan yang indah nan magis, percakapan-percakapan, dan tentunya pertanyaan tentang waktu akan tinggal lebih lama dan meninggalkan gema yang lebih dalam di kepala penonton.
Skor: 8.5/10
review oleh: Aris Kurniawan