Film Promosi Wisata Berbalut Drama Romantis
Di mana orang kaya Indonesia belanja? Jawabannya tak lain dan tak bukan adalah Singapura. Di Asia Tenggara, Singapura merupakan negara yang paling maju, makmur, dan sejahtera. Negeri jiran yang memiliki simbol kepala singa ini tidak hanya menawarkan surga belanja, tapi juga berbagai pusat hiburan dan wisata yang selalu inovatif sehingga tidak membosankan dikujungi berkali-kali. Dan Indonesia adalah pangsa pasat terbesar bagi industri wisata negeri mungil ini. Karena itu Singapura rajin mempromosikannya ke Indonesia, salah satunya melalui film.
Kali ini film yang dibuat untuk kepentingan tersebut berjudul “Ahlan Singapura”. Dibalut dengan drama romantis, “Ahlan Singapura” menampilkan berbagai keindahan destinasi wisata di Singapura. Mulai dari Merlion Park tentu saja, Oceanarium Singapore, Universal Studio, Marina Bay, kafe, pusat-pusat kuliner, sekolah, dan fasilitas umum lainnya yang serba tertib, bersih, nyaman, dan aman. Singapura digambarkan sebagai tempat untuk mencari hiburan yang terjangkau. Tidak mahal-mahal amat. Buktinya, mahasiswa dari keluarga pemilik toko biasa bisa kuliah S2 di negara-kota ini.
Ceritanya sendiri sudah sangat klise, tentang hubungan dua insan yang menjalin kisah romantis lengkap dengan problematikanya yang mudah ditebak. Aisyah (Rebecca Klopper) menempuh pendidikan S2 di Singapura, di sana dia bertemu dengan mahasiswa pembimbingnya bernama Liam (Kiesha Alvaro). Mereka pun kemudian saling jatuh cinta. Di Jakarta ada Ridwan (Ibrahim Risyad) yang mencoba meluluhkan hati Aisyah. Ibunya yang diperankan Alya Rohali berharap Aisyah menerima lamaran Ridwan yang dianggapnya sangat ideal: tampan, baik, dan punya pekerjaan yang menjanjikan.
Namun Aisyah menganggap Ridwan sebagai kakak belaka. Aisyah belum ingin menikah karena masih menyimpan trauma atas kegagalan rumah tangga ibunya yang mengalami KdRT. Namun ketika ibunya jatuh sakit dan banyak dibantu Ridwan, Aisyah mulai goyah: menerima atau menolak lamaran Ridwan. Di sisi lain dia mulai merasa nyaman dan jatuh cinta kepada Liam.
Meskipun klise namun film ini digarap dengan lumayan rapi. Alur dan dialognya tertata, tidak menggebu-gebu membuat adegan yang mengharu-biru. Tidak menye-menye, wajar dan porsi yang cukup. Akting Kiesha sebagai orang campuran Melayu-Tionghoa, tereksekusi dengan baik, cara bicara, aksen bahasa Singapura English Melayunya terasa hampir sempurna. Yang tidak dijelaskan adalah pemilik toko apakah ibunya Aisyah sehingga mampu mengirim anaknya kuliah S2 di Singapura?
Tetapi untuk sebuah hiburan ringan, film garapan Indra Gunawan ini sudah cukup enak dinikmati, dan sedikit banyak bisa menjadi panduan bagi kamu yang berencana sekolah atau berwisata ke Singapura.
Skor: 5.5/10 Bintang
review oleh: Aris Kurniawan