Ketika Alien Menyerang New York
Film ini sebenarnya mempunyai premis sederhana. New York diserang oleh Alien yang ganas untuk memusnahkan manusia. Namun, yang menjadi menarik adalah pengambilan gambar yang menjadi ciri khas film ini. Seakan seluruh adegan terjadi dari rekaman salah-satu pemeran yang tak pernah mematikan video rekaman saat terjadi.
cerita utama diambil ketika malam hari New York digemparkan dengan serangan Alien/Monster raksasa. Para penduduk New York merasa kebingungan. Layaknya perang, para penduduk mulai mengungsi dengan arahan dari pihak berwajib.
Dari kaca-mata pemeran utama, mereka yang mencoba di evakuasi dengan cepat merasakan bahwa ancaman Alien semakin terasa. Dari Alien raksasa hingga mereka juga mendapati para alien-alien kecil ikut menyerbu dan ingin memusnahkan manusia. Sementara pihak keamanan hingga pasukan militer berusaha untuk melenyapkan sang Alien.
Cloverfield tampil begitu tegang namun juga penuh aksi dalam setiap adegannya setelah Alien mulai muncul. Meskipun adegan awal seakan sedikit membosankan dengan potongan-potongan rekaman kehidupan beberapa tokoh utama dan konfliknya.
Namun, Cloverfield tampil gemilang dengan gaya penyutradaraan yang berani mengambil cara penceritaan lewat rekaman yang diarahkan pemeran dari awal hingga akhir. Terlebih, sang sutradara pintar membuat penasaran penonton akan kehadiran Alien/Monster yang ada. Rasa penasaran penonton mampu dihadirkan oleh pembesut film ini akan kehadiran Alien/Monster yang tampil perlahan-lahan meskipun dalam suasana layaknya perang.
Sayangnya, pemilihan adegan dengan kamera bergoyang-goyang kadangkala tidak mampu diterima oleh semua penonton. Bagi penonton yang ingin tontonan tanpa adegan yang berlangsung cepat dan bergoyang-goyang, tentunya film ini bukanlah rekomendasi.
Secara keseluruhan Cloverfield, menjadi salah-satu film fiksi menghibur dan penuh aksi dengan premis kehadiran Alien/Monster yang menjadi inti dari cerita ini.
Skor: 7.5/10 Bintang
review oleh: John Tirayoh