Emily Willis bintang porno kelahiran 1999, yang melejit namanya dalam dunia film dewasa, akhirnya pada Rabu (15/7) berhasil memenangkan gugatan di pengadilan di Santai Monica, terhadap tergugat Malibu Lighthouse Treatment yang merupakan Pusat Rehabilitasi Swasta.
Kisah pilu Emily Willis berawal dari ketika dirinya coba melakukan pemulihan dirinya atas kecanduan ketamin, secara sukarela memilih pusat rehabilitasi tersebut pada 27 Januari 2024 silam. Dirinya membayar sebesar kurang lebih 45 ribu dolar untuk biaya perawatan selama 21 hari.
Namun saat berada dalam rehabilitasi tersebut, pada 4 Februari 2024, Emily ditemukan petugas rehabilitasi tak sadarkan diri, tak bernapas, serta tanpa denyut nadi, serta mata terbuka pada waktu 12.10 siang waktu setempat.
Paramedis mencoba berupaya selama hampir satu jam kemudian mengembalikan denyut nadi sang aktris. Namun, efeknya Emily telah kekurangan oksigen dan menyebabkan kerusakan otak permanen yang membuat dirinya lumpuh total hingga saat ini. Setelah dalam keadaan koma lumpuh total, Emily dibawa oleh pihak keluarga kembali ke Utah tempat asalnya untuk menerima perawatan lanjutan.
Karena hal tersebut, pihak keluarga akhirnya melakukan gugatan hukum terhadap kondisi Emily yang telah lumpuh total dalam keadaan koma. Hingga pada akhirnya Hakim Susan Bryant-Deason di Pengadilan Tinggi Santa Monica memenangkan gugatan tersebut dan pihak rehabilitasi harus membayar 3 Juta Dolar.
Berdasarkan dokumen gugatan, Willis mengalami kondisi lumpuh total sejak menjalani perawatan singkat di Summit Malibu pada awal tahun 2024, sehingga ia tidak mampu bergerak ataupun berkomunikasi, kecuali sesekali membuka mata dan kadang-kadang mengeluarkan suara erangan.
Karena Emily Willis tidak mampu dan tidak dapat mengurus urusannya sendiri, maka persetujuan pengadilan diperlukan. Pengacaranya, James A. Morris Jr., mengakui dalam berkas pengadilan bahwa kasus tersebut “bukanlah kasus yang mudah” dan bahwa tidak ada yang tahu persis apa yang terjadi sebelum dia berhenti bernapas, atau apakah fasilitas tersebut dapat mencegah cidera yang dialaminya.
Dikabarkan bahwa Emily Willis masuk ke rehabilitasi tersebut tidak hanya untuk pemulihan dirinya atas kecanduan ketamin. Namun ada upaya dari dirinya untuk menjauhkan diri dari industri film dewasa dan mungkin berkarir dalam film arus utama dan meninggalkan pornografi. Ia mencoba impian lebih besar agar keluar dari dunia kelam pornografi yang selama ini digelutinya.
Pada tahun 2023, Emily hadir di Sundance Film Festival sebagai bagian dari jajaran pemain film fiksi ilmiah eksperimental berjudul Divinity (diproduseri oleh Steven Soderbergh) dan Emily beradu akting dengan Scott Bakula, Stephen Dorff, serta mantan bintang Disney yang kini menjadi pelopor di OnlyFans, Bella Thorne.
Sebelumnya, Steven Soderbergh juga berhasil mengorbitkan mantan aktris porno Sasha Grey untuk berkarir lewat film arus utama dengan membintangi film The Girlfriend Experience dan sekarang terbebas dari industry film porno.
Sepertinya Emily Willis mencoba mengikuti jejak dari Sasha Grey dengan membintangi film Divinity untuk memulai karirnya yang baru dalam industri film tanpa melibatkan pornografi.
Sebelum masuk ke rehabilitasi, Emily Willis dikabarkan sudah tak lagi membintangi film-film porno. Dirinya meski bintang papan atas porno telah berhenti dan hanya terlibat dalam konten onlyfans yang memang meraup untung besar.
Emily tahu bayarannya terlalu menggiurkan untuk dilewatkan dan agensi manajemennya membutuhkan pasokan konten terus-menerus darinya, namun ia sebenarnya ingin menjajaki sejumlah peluang di luar industri pornografi yang ditawarkan kepadanya.
Dalam wawancara tahun 2021, Willis mengungkapkan kepada XBIZ bahwa ia memiliki agen, manajer khusus di dalam agensinya, akuntan, pelatih pribadi, dana pensiun sebesar 401 Ribu Dolar , serta manajer bisnis. Menandakan bahwa dirinya memang memikirkan masa depan dan tak mau ketergantungan dirinya dalam karir di industri porno.
Emily Willis pertama-kali masuk ke dalam industri porno lewat sosok Dre Garcia seorang perekrut dan juga bintang porno. Dre Garcia dikenal lewat Girls Do Porn yang ternyata terbukti sindikat kriminal yang menargetkan perempuan muda membuat konten amatir porno.
Dre Garcia saat ini sedang menjalani hukuman penjara 20 tahun atas perdagangan orang untuk tujuan seksual serta perdagangan orang untuk tujuan seksual yang melibatkan kekerasan, penipuan, dan paksaan.
Sejak itu, Emily yang terjerumus dalam industri porno masuk dalam jajaran bintang porno papan atas dan bahkan meraih penghargaan AVN (penghargaan Oscar versi film porno) sebagai Female Performer of the Year pada tahun 2021 dan 2022.
Sebelum karirnya dalam Industri Porno, Emily Willis berasal dari keluarga penganut ajaran Mormon yang dikenal ketat akan ajaran agama. Dirinya sempat pernah menempuh pendidikan menjadi asisten perawat meskipun pekerjaan pertamanya sebagai tenaga penjualan dari pintu ke pintu dengan menawarkan produk.
Emily dikenal sebagai perempuan remaja yang penuh bakat. Dirinya menguasai balet, tari kontemporer, jazz, dan hip-hop, serta aktif mengikuti kompetisi tari di sebuah studio swasta maupun selama masa SMA.
Meskipun gugatan keluarga Emily Willis berhasil memenangkan Emily Willis untuk mendapatkan 3 Juta Dollar yang dipotong biaya lainnya dan hanya menerima bersih sebesar 1,26 Juta Dolar, namun tak sebanding akan kelumpuhan total yang dialaminya.
Sumber Berita dan Foto: The Hollywood Reporter
Sumber Foto: Gustavo Turner